Page 11 - Kepemimpinan Transformasional Pada Pelayanan Kesehatan Primer
P. 11
keterbatasan jumlah serta distribusi tenaga
kesehatan yang tidak merata.
1. Kontinuitas Pelayanan yang Terancam:
Ketimpangan distribusi nakes di tingkat
Puskesmas berdampak langsung pada
continuity of care. Ketika seorang dokter atau
bidan desa harus menangani beban kerja yang
melampaui kapasitasnya, hubungan terapeutik
dengan pasien menjadi dangkal dan terburu-
buru. Hal ini diperburuk dengan tingginya angka
mutasi staf, yang menurut literatur dapat
merusak memori organisasi dan standar mutu
yang sedang dibangun (Aiken et al., 2018).
2. Beban Administratif vs Supervisi Klinis: Di
Indonesia, fenomena "banjir dokumen" menjadi
realita harian. Kepala Puskesmas dan tim teknis
sering kali menghabiskan porsi waktu kerja yang
signifikan untuk pemenuhan laporan
administratif (seperti SPJ, pengisian berbagai
aplikasi rutin, hingga persiapan akreditasi)
daripada melakukan supervisi klinis. Padahal,
supervisi adalah insting utama pemimpin untuk
mendeteksi penurunan mutu layanan sejak dini
dan memberikan bimbingan teknis kepada staf
lapangan.
8

