Page 39 - Kepemimpinan Transformasional Pada Pelayanan Kesehatan Primer
P. 39

struktural.  Seorang  Kepala  Puskesmas  mustahil
                    menguasai detail setiap program secara mendalam.
                    Fungsi    kepemimpinan       secara    operasional
                    "terdistribusi" kepada para koordinator lintas bidang
                    (misalnya:  Koordinator  KIA,  Imunisasi,  Kesehatan
                    Lingkungan, atau K3).


               M. Sinergi        KT      dan      Kepemimpinan
                    Terdistribusi

                    Keunikan  Puskesmas  adalah  kebutuhannya  akan
                    sinergi antara visi kolektif dan otonomi operasional.
                    Integrasi antara KT dan Kepemimpinan Terdistribusi
                    menawarkan solusi yang sangat kuat:

                     1.  KT  sebagai  Dirigen  Visi:  Kepala  Puskesmas
                        menerapkan  pilar  KT  (Inspirational  Motivation
                        dan  Idealized  Influence)  untuk  memastikan
                        seluruh  tim  pemegang  program  memiliki  visi
                        yang    sama    tentang    arah   transformasi
                        pelayanan.
                     2.  Distributed  Leadership  sebagai  Pelaksana:
                        Koordinator  program  (sebagai  "pemimpin
                        terdistribusi")  diberikan  otonomi  operasional
                        untuk memimpin unitnya secara mandiri namun
                        tetap selaras dengan visi besar tersebut.
                    Sinergi  ini  memastikan  bahwa  Puskesmas  tidak
                    mengalami  fragmentasi  program  (jalan  sendiri-
                    sendiri)  namun  juga  tidak  terjadi  sentralisasi
                    kekuasaan (semua harus lapor Kepala Puskesmas).
                    Tanggung    jawab    dibagi   secara    partisipatif,

                                                                    36
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44