Page 399 - Jurnal Penelitian MTsN 6 Jakarta
P. 399
Isi lembar observasi mencakup:
a) Nama responden dan kode identitas.
b) Waktu pelaksanaan salat.
c) Urutan dan durasi setiap gerakan (berdiri, rukuk, sujud, duduk).
d) Catatan kondisi fisik responden (misalnya kelelahan, sesak napas, atau
keluhan tertentu).
e) Validasi observer (tanda tangan peneliti/pengawas).
Setiap sesi observasi dilakukan oleh satu orang asisten peneliti yang telah
mendapatkan pelatihan singkat mengenai teknik observasi fisiologis dan
prosedur pengisian lembar observasi agar hasilnya konsisten dan reliabel.
3.4.3 Formulir Catatan Fisiologis Tiap Gerakan
Formulir catatan fisiologis digunakan sebagai media pencatatan manual
hasil pengukuran digital dari smartwatch pada setiap gerakan salat.
Formulir ini membantu peneliti mengorganisasi data mentah sebelum diolah
secara statistik.
Komponen yang dicatat dalam formulir meliputi:
1. Identitas responden (inisial, usia, usia kehamilan, dan status
kesehatan).
2. Nilai heart rate (bpm) untuk setiap gerakan salat.
3. Nilai SpO₂ (%) untuk setiap gerakan salat.
4. Nilai activity level berdasarkan pembacaan accelerometer.
5. Catatan tambahan seperti perubahan warna wajah, ekspresi kelelahan,
atau keluhan subjektif.
Formulir ini digunakan untuk menghubungkan data kuantitatif dari
smartwatch dengan hasil observasi kualitatif lapangan. Dengan demikian,
peneliti dapat melakukan analisis triangulasi data, yakni membandingkan data
digital dengan hasil observasi manusia untuk meningkatkan validitas hasil
penelitian.
3.4.4 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Sebelum instrumen digunakan, dilakukan uji validitas isi (content validity)
dengan meminta pertimbangan tiga ahli, yaitu:
1. Ahli kebidanan (untuk memastikan keamanan aktivitas bagi ibu hamil).
2. Ahli teknologi kesehatan (untuk menilai kelayakan dan akurasi alat).
3. Ahli metodologi penelitian (untuk menilai kesesuaian instrumen dengan
tujuan penelitian).
Hasil validasi menunjukkan bahwa seluruh instrumen dinyatakan layak
digunakan tanpa revisi mayor. Selanjutnya, uji reliabilitas dilakukan dengan
metode test-retest pada 5 responden. Nilai korelasi antar-pengukuran
mencapai r = 0,89, yang menunjukkan bahwa instrumen memiliki reliabilitas
tinggi dan konsisten.
14

