Page 13 - KLIPINGBELMAWA10072019SORE
P. 13

tempat penyelenggaraan UTBK karena pelaksanaan tes dibagi sebanyak 20 sesi.
Nasir juga menyatakan UTBK menjadi terobosan baru karena peserta yang diterima di SBMPTN 2019 tidak hanya dari sekolah terbaik, melainkan merata dari semua sekolah. Menurut dia hal tersebut lantaran SBMPTN tahun ini juga menilai berdasarkan potensi, bukan hanya nilai.
Penilaian tersebut mulai dari tes potensi skolastik (TPS) hingga tes potensi akademik (TPA). Dengan model soal seperti ini, ia mengatakan peserta bisa memilih perguruan tinggi negeri (PTN) sesuai dengan hasil UTBK tersebut.
Ia juga berpendapat sistem ini bisa membuat peserta lebih rasional dan berpikiran lebih terbuka. Sebab, ia mengatakan, peserta bisa ikut UTBK sebanyak dua kali.
Ia menyebut jika peserta mengikuti dua kali UTBK maka sistem akan otomatis menggunakan hasil UTBK 2019 yang terbaik untuk ikut seleksi SBMPTN 2019. "Mudah-mudahan ini bisa terus berjalan dan diperbaiki," ujarnya.
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Kadarsah Suryadi menyambut baik penyelenggaraan seleksi dengan sistem ujian tertulis berbasis komputer. "Alhamdulilah teman-teman rektor merasa senang dengan sistem yang baru ini karena bisa diterapkan bertahap sampai 20 kali," ujarnya.
Data Kemenristekdikti menyebutkan tahun ini, jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi ujian tulis berbasis komputer (UTBK) untuk SBMPTN 2019 sebanyak 168.742 peserta. Mereka yang dinyatakan lulus tersebut merupakan hasil seleksi dari pendaftar SBMPTN 2019 sebanyak 714.652 peserta.
Rinciannya, kelompok ujian saintek dengan total pendaftarnya 360.329 dan yang diterima 84.444, persentasenya 23,44 persen. Kelompok ujian soshum 345.896 pendaftar dan yang diterima 82.394 atau dengan persentase 23,82 persen.
Kemudian, pendaftar kelompok ujian saintek maupun soshum sebanyak


































































































   11   12   13   14   15