Page 238 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 238

BAB 16
Pembuatan Balsem Stick Aromatherapy
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) adalah mahasiswa mampu dalam
menerapkan dan pengembangan pengetahuan dibidang kimia dan pendidikan kimia,
sehingga mereka dapat menjadi enterpreneur yang relevan dalam kehidupan
masyarakat sekitarnya (CPMK6). Sedangkan kemampuan akhir pada percobaan ini
mahasiswa mampu mengembangkan eksperimen Balsem Stick Aromatherapy (Sub-
CPMK7). Pengalaman belajar diperoleh adalah mahasiswa melakukan percobaan
dengan mengamati, mengembangkan, menganalisis, mengelaborasi, membuat dan
mengirimkan laporan sebagaimana yang dibahas di aplikasi yang telah tersedia.
a. Orientasi
Balsam stick adalah sediaan setengah padat yang diaplikasikan secara eksternal
untuk memberikan sensasi hangat serta membantu meredakan nyeri sendi. Selain
itu, balsam stick sering dimanfaatkan sebagai aromaterapi, sediaan ini termasuk
dalam kelompok salap. Salap adalah sediaan setengah padat yang digunakan untuk
pemakaian luar pada kulit. Stres merupakan reaksi fisik dan emosional yang terjadi
dalam tubuh, di mana stres berkepanjangan dapat mengganggu fungsi memori
dengan menghambat molekul kecil yang diperlukan otak untuk menyimpan
informasi (Azizi Musdar dkk., 2024). Salah satu solusi untuk mengatasi stres adalah
melalui penggunaan aromaterapi. Saat ini, aromaterapi menjadi metode relaksasi
yang populer karena kemampuannya untuk memperbaiki suasana hati,
menenangkan pikiran, memberikan rasa rileks, serta memiliki sifat antimikroba.
Jenis-jenis aromaterapi yang umum digunakan meliputi lilin aromaterapi, diffuser,
balsam, dan minyak aromaterapi (Adha, 2022).
Menurut Salsabila dkk. (2023), balsam stick merupakan sediaan semi-padat yang
digunakan sebagai obat luar. Selain berperan sebagai aromaterapi, balsam ini efektif
233








































































   236   237   238   239   240