Page 345 - Buku Ajar Praktikum Biokimia 2 Edisi 2
P. 345
dan menjaga kesehatan bibir (Muliyawan & Suriana, 2013). Saat ini industri kosmetik
biasanya menggunakan bahan kimia sintetik seperti Rhodamin B, yang mempunyai
berbagai efek berbahaya bagi tubuh, antara lain menyebabkan iritasi pernafasan,
kanker, dan kerusakan hati pada konsentrasi tinggi. Meski dilarang oleh pemerintah,
penggunaan pewarna sintetis berbahaya masih di luar kendali. Oleh karena itu,
penting untuk melakukan inovasi dalam pembuatan kosmetik dengan pewarna alami,
yang diharapkan dapat mengurangi dampak berbahaya yang mungkin timbul bagi
tubuh. Beberapa jenis pigmen alami yang sering digunakan sebagai pigmen alami
antara lain karotenoid, antosianin, dan betalain (Lubis dkk., 2020).
Banyak tumbuhan di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami,
dan buah naga merah merupakan salah satu sumber potensial yang dapat
dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Buah naga merupakan tanaman yang
menyerupai kaktus raksasa, namun tanaman ini dapat berbunga dan berbuah,
mengandung antioksidan tingkat tinggi. Tokoferol, alfa-tokoferol, dan beta-karoten
yang terdapat pada buah naga merah berperan sebagai antioksidan yang dapat
menetralisir radikal bebas. Buah naga merah mengandung berbagai macam senyawa
bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh antara lain asam askorbat, betakaroten,
antosianin dan serat pangan berupa pektin yang berpotensi sebagai pewarna pangan
alami dan dapat dimanfaatkan. Pewarna alami yang diambil dari ekstrak buah naga
merah diharapkan dapat menggantikan pewarna sintetis seperti Rhodamin B yang
sering digunakan dalam industri kosmetik namun mempunyai efek berbahaya.
Gambar 96. Buah Naga Merah
Sumber: Laboratorium PKimia FKIP Unsri
340