Page 21 - Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Kimia
P. 21

 Berbagai jenis bakteri menempel pada tangan setiap harinya melalui kontak fisik, dan untuk mencegah penyebarannya diantaranya dengan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Hand sanitizer komersial yang umumnya dalam bentuk sediaan gel, dapat menyulitkan pengguna untuk menentukan takaran yang pas pada tangan, sehingga dapat dilakukan inovasi pembuatan hand sanitizer spray yang lebih rendah viskositasnya agar lebih mudah digunakan. Salah satu zat antibakteri yang banyak digunakan untuk bahan baku hand sanitizer adalah antibakteri semi sintetik. Meningkatnya penggunaan antibakteri dalam mengatasi berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri mulai menimbulkan masalah baru, terutama karena sebagian besar bahan antibakteri yang digunakan merupakan zat kimia berbahaya dan sifatnya tidak aman bagi kesehatan (Prasetyaningtyas, dkk., 2018).
Hand sanitizer merupakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme dengan cara pemakain tanpa dibilas dengan air. Didalam cairan ini terdapat berbagai kandungan yang sangat cepat membunuh mikroorganisme yang ada di kulit tangan (Basir, 2019). Hand sanitizer merupakan suatu produk sediaan cair yang penggunaannya tanpa menggunakan air. Produk ini berfungsi sebagai pemberi aroma yang sehat dan segar pada tangan sekaligus dapat membunuh kuman, yang saat ini banyak digemari oleh masyarakat untuk pemeliharaan kebersihan dan kesehatan tangan, serta mencegah pencemaran kuman pada saat hendak konsumsi makanan (Fatimah dan Ardiani, 2018).
Tanaman beluntas (Pluchea indica L) di masyarakat biasanya hanya digunakan sebagai tanaman pagar dan umumnya secara tradisional daunnya digunakan sebagai lalapan atau obat untuk menghilangkan bau badan, obat penurun panas, obat batuk, dan obat antidiare. Kandungan daun beluntas berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan antimikroba yaitu flavonoid, tanin, sterol dan fenol hidrokuinon sebagi anti oksidan, saponin, alkaloid, minyak atsiri, asam amino (leusin, isoleusin, triptofan, treonin), lemak, kalsium, fospor, besi, vitamin A, dan vitamin c daun beluntas juga mengandung sejumlah senyawa volatil kelompok terpena. Senyawa volatil ini merupakan penyusun minyak atsiri memberikan aroma khas pada daun beluntas (Pluchea indica L) (Basir, 2019). Ekstrak daun beluntas mempunyai potensi yang cukup besar dalam menghambat pertumbuhan bakteri seperti Streptococcus mutans, Salmonella typhimurium dengan zona penghambatan konsentrasi minimal 5% dan mempunyai daya hambat paling baik yaitu dengan konsentrasi 15% (Dieny, dkk., 2023).
 16































































































   19   20   21   22   23