Page 7 - Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran Kimia
P. 7
Parfum adalah campuran senyawa aroma minyak atsiri dengan pelarut yang menghasilkan bau wangi dan aromaterapi bagi tubuh atau objek tertentu. Jumlah dan jenis dari pelarut ini akan mempengaruhi tipe parfum yaitu Eau de Parfum, Eau de Toilette, atau Eau de Cologne (Kurniasari, dkk., 2017). Menurut Ubaidillah (2017) Etanol merupakan pelarut parfum yang paling aman, presentase volume konsentrat dalam parfum sebagai berikut:
Eau de Cologne (EDC) : 2-5% senyawa aromatik
Eau de Toilette (EDT) : 10-20% senyawa aromatik
Eau de Parfum (EDP) : 15-30% senyawa aromatik
Parfum (P) : 80-95% senyawa aromatik
Kualitas bahan dasar parfum berdasarkan daya menguap bahan (volatilitas) terbagi menjadi tiga yaitu aroma atas (top notes), aroma menengah (middle notes) dan aroma dasar (base notes). Aroma atas (top notes), sangat mudah menguap, yaitu aroma yang muncul pertama kali setelah aplikasi (Kusala, 2023). Pada umumnya aroma ini ringan, lembut, dan mudah menguap. Aroma jeruk yang ringan dan manis ini dapat mengangkat suasana hati, memberikan energi positif, dan menyegarkan pikiran. Sentuhan segarnya cocok untuk digunakan pada siang hari, memberikan semangat baru dan kesegaran sepanjang hari.
Aroma menengah (middle notes), aroma yang tidak terlalu mudah menguap yaitu aroma tengah atau kedua yang muncul setelah aplikasi, yang berfungsi untuk menutupi kesan pertama serta memperkaya base notes(Kusala, 2023). Minyak kenanga terkenal dengan aroma bunga yang kaya dan eksotis. Keharumannya yang mendalam mampu menciptakan suasana yang romantis dan mewah, sangat ideal untuk acara-acara khusus atau saat ingin memanjakan diri sendiri.
Aroma dasar (base notes), merupakan aroma dasar yang muncul setelah beberapa menit aplikasi, bisa juga sebagai penguat parfum untuk membentuk tema utama sebuah parfum. Minyak kasturi memberikan aroma yang hangat dan memikat, dengan sedikit nuansa manis. Aroma ini menambah kedalaman dan kompleksitas pada parfum, memberikan kesan elegan dan berkelas (Kusala,2023).
Pemilihan wewangian berbahan alami, seperti minyak atsiri jauh lebih aman bagi kesehatan karena memiliki aroma herbal dan tidak banyak menggunakan bahan kimia. Dan kebaruan dalam invensi pada formula wewangian berbahan minyak atsiri dapat menghasilkan produk yang dapat digunakan oleh masyarakat (Sudarto, 2021).
2