Page 260 - Candi Indonesia (Jawa)
P. 260
yang berlangsung dalam kurun waktu 257 tahun. Raja this enshrinement had been constructed at different times
Majapahit yang mulai membangun Candi Panataran over a period that lasted 257 years. King of Majapahit who
adalah raja kedua, yaitu Raja Jayanagara (1309-1328). started building this Candi Panataran is the second king,
Kemudian dilanjutkan oleh Ratu TribhuwanotunggadewƯ namely King Jayanagara (1309-1328). Then followed by
yang memerintah tahun 1328-1350, kemudian 4XHHQ 7ULEKXZDQRWXQJJDGHZƯ ZKR UXOHG LQ
Rajasawarddhana dyah Hayam Wuruk tahun 1350-1389, then Rajasawarddhana dyah Hayam Wuruk in years 1350-
dan Suhita yang memerintah tahun 1400-1477. 1389, and Suhita who reigned from 1400 to 1477.
Nama Candi Panataran dalam sumber tertulis The name of Candi Panataran in written
\DLWX .DNDZLQ 1ƗJDUDNWƗJDPD .LGXQJ MargƗsmara VRXUFHV ZKLFK DUH .DNDZLQ 1ƗJDUDN܀WƗJDPD .LGXQJ
(tahun 1380 Saka/1458 Masehi) dan naskah Sunda 0DUJƗVPDUD ĝDND $' DQG 2OG 6XQGDQHVH
Kuna Bhujangga Manik (diperkirakan berasal dari tahun script Bhujangga Manik (supposedly from the year
1500), adalah Palah atau Rabut Palah. Di samping itu, 1500), is Palah or Rabut Palah. In addition, in Kidung
dalam Kidung MargƗsmara ada pula nama Panataran. 0DUJƗVPDUD WKHUH LV DOVR QDPH 3DQDWDUDQ ,W SUREDEO\
mungkin berasal dari kata “natar” yang berarti “halaman”, derived from the word “natar” which means “yard”; it is
kemungkinan “panataran” adalah penamaan seluruh likely that the name “Panataran” is a naming of the whole
halaman kompleks tempat aktivitas agama, sedangkan complex of the yard as the place for religious activity,
Rabut Palah adalah nama bangunan sucinya while Rabut Palah is the name of the sacred buildings.
Kompleks candi terdiri atas tiga halaman, yaitu The temple complex consists of three yards, the
halaman pertama, kedua, dan ketiga serta dua buah kolam ¿UVW WKH VHFRQG DQG WKLUG \DUG DQG WZR KRO\ SRQGV
suci (patƯrthƗn). PatƯrthƗn pertama sekarang ada di luar SDWƯUWKƗQ 7KH ¿UVW SDWƯUWKƗQ QRZ H[LVWV RXWVLGH WKH
halaman candi di tepi jalan raya, sedangkan patƯrthƗn temple’s courtyard on the edge of the highway, while
kedua terdapat di halaman ketiga (sudut tenggara) dan WKH VHFRQG SDWƯUWKƗQ LV ZLWKLQ WKH WKLUG \DUG VRXWKHDVW
keletakannya lebih rendah. Kolam suci diperlukan untuk corner) and its location is lower. The holy ponds are
menyucikan diri (matƯrtha) sebelum dan ketika upacara QHHGHG WR SXULI\ RQHVHOI PDWƯUWKD EHIRUH DQG GXULQJ WKH
pnjja dan yoga. SnjMD FHUHPRQ\ DQG \RJD
231

