Page 71 - Buku Paket Kelas 11 Agama Hindu
P. 71

 Sesajen atau banten bukan makanan para dewa atau Tuhan, melainkan sarana umat dalam menyampaikan dan mewujudkan rasa bakti dan syukur kepada Brahman, Sang Hyang Widhi. Di dalam ajaran suci Veda, Santi Parwa atau Bhagavadgita disebutkan, mereka yang makan sebelum memberikan Yajña, maka orang itu pantas disebut pencuri. Ajaran Veda ini mengajarkan tentang etika sopan santun, mengingat semua yang ada di dunia ini berasal dari Sang Hyang Widhi, maka tentu sangat sopan apabila sebelum makan diwajibkan mengadakan penghormatan dengan persembahan kepada pemilik makanan sesungguhnya, yaitu Sang Hyang Widhi. Dengan demikian, Yajña itu adalah korban suci yang tulus ikhlas untuk menjaga keseimbangan alam dan keteraturan sosial.
Yajña berarti persembahan, pemujaan, penghormatan, dan korban suci. Yajña adalah korban suci yang tulus iklhas tanpa pamrih. Berdasarkan sasaran yang akan diberikan Yajña, maka korban suci ini dibedakan menjadi lima jenis, yaitu:
a. Dewa Yajña
Yajña jenis ini adalah persembahan
suci yang dihaturkan kepada Sang Hyang
Widhi dengan segala manisfestasi-Nya.
Contoh Dewa Yajña dalam kesehariannya,
melaksanakan puja Tri Sandya, sedangkan
contoh Dewa Yajña pada hari-hari tertentu
adalah melaksanakan piodalan/puja wali di
pura dan lain sebagainya. Gambar 2.2 Purnama Puja
Sumber: Dok. Pribadi (5-1-2015)
Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti 65






















































































   69   70   71   72   73