Page 152 - BUKU NATIONAL INTEREST DAN AGENDA PEMBANGUNAN EDISI KE-2
P. 152
KEPENTING AN NASIONAL D AN A GEND A PEMBANGUNAN
Bantuan Program Kerja
Untuk Pembangunan
Daerah
elain percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, menurut Wakil
Ketua DPR RI/Korinbang Rachmat Gobel, tantangan terbesar
lainnya dalam pembangunan ekonomi nasional adalah mengatasi
Skesenjangan antarwilayah yang masih sangat tinggi. Kondisi ini
terutama dirasakan oleh kawasan Indonesia Timur. Dalam hal ini, prakarsa
Pemda dalam mengurangi kesenjangan di masing-masing daerahnya
menjadi sangat penting.
Terkait kondisi itu, Rachmat Gobel mengakui, ia memberi perhatian
lebih terhadap masalah yang dihadapi Indonesia Timur. Ini bukan karena
ia berasal dari kawasan Timur, tapi data menunjukan bahwa kawasan ini
memang jauh tertinggal. Menurut data Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), sebanyak 84% dari
sebaran daerah tertinggal berada di Indonesia Timur. Dari total 122 daerah
tertinggal di tingkat kabupaten, 102 di antaranya berada di bagian Indonesia
Timur, artinya hanya 20 daerah tertinggal saja yang ada di Indonesia bagian
Barat dan Tengah.
Menurut data BPS, lima daerah termiskin di Indonesia semuanya berasal
dari Indonesia Timur yaitu provinsi Papua dengan angka kemiskinan 26,8%,
Papua Barat 21,7%, NTT 21,12%, Maluku 17,99% dan Gorontalo 15,59%.
“Jadi bisa dibayangkan kesenjangan pembangunan ekonomi Indonesia.
Inilah yang membuat saya lebih banyak melakukan kunjungan kerja ke
wilayah timur, jadi bukan karena semata daerah pemilihan (Dapil) saya di
provinsi Gorontalo,” kata Rachmat Gobel.
Ia juga menyoroti, perlunya upaya pemerintah daerah dalam
meningkatkan soliditas dengan kebijakan fiskal pemerintah pusat. Dari segi
anggaran, dana yang dialokasikan pemerintah pusat untuk pembangunan
daerah sudah cukup besar. Lebih dari sekitar 25% dana APBN dialokasikan
untuk Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD). Pada APBN 2021 misalnya,
134

