Page 44 - E-MODUL KEANEKARAGAMAN HAYATI BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK.
P. 44
c. Faktor Edafik: Faktor edafik adalah faktor yang berkaitan dengan
struktur dan komposisi tanah yang ditemukan di daerah tertentu.
Tanah merupakan komponen utama habitat tumbuhan. Tanah
mengandung mineral, material organik, serta udara. Karakteristik
tanah secara signifikan menentukan kemampuan perakaran dan asupan
terhadap tumbuhan melalui tekstur dan struktur tanah.
d. Curah Hujan: Hujan menyebar tidak merata di permukaan Bumi.
Ada wilayah-wilayah yang mendapatkan hujan dengan intensitas
tinggi lebih dari 100 mm/hari, tetapi ada pula wilayah-wilayah yang
memiliki curah hujan rendah kurang 60 mm/hari. Diantara kedua
wilayah tersebut ada daerah dengan curah hujan sedang, yaitu 60-100
mm/hari. Sebaran curah hujan yang tidak merata mengakibatkan
tumbuhan yang berada di suatu daerah berbeda-beda. Pada dasarnya,
wilayah dengan curah hujan tinggi memiliki keragaman tanaman
lebih bervariasi dari pada wilayah yang bercurah hujan rendah
(Handoyo, 2021)..
e. Manusia, Hewan dan Tumbuhan: Selain faktor alam, faktor lain
yang memengaruhi sebaran flora dan fauna ialah manusia, hewan dan
tumbuhan. Manusia memiliki kemampuan dalam ilmu pengetahuan
dan teknologi yang dapat mengubah lingkungan dengan
memindahkan tumbuhan dari satu tempat ke tempat yang lain
Contohnya ialah mulai banyak pohon kurma yang berasal dari
Wilayah Timur Tengah dipindahkan ke Indonesia. Terdapat banyak
pohon pisang dari luar negeri yang dibudidayakan di Indonesia.
Hewan juga memiliki kemampuan untuk menyebarkan tanaman dari
satu tempat ke tempat lain. Beberapa jenis hewan memiliki perilaku
memindahkan biji-bijian setelah dimakan dagingnya. Contoh: kalong
mampu memindahkan biji durian, serangga mampu membantu
penyerbukan, dan kelelawar, burung, serta tupai membantu dalam
penyebaran biji tumbuhan (Handoyo, 2021).
31

