Page 106 - Stabilitas Edisi 188 Tahun 2022
P. 106
KOLOM
Syarif Fadilah
Pemimpin Redaksi Majalah STABILITAS
Bel Peringatan
alannya perekonomian hingga dan diikuti dengan kenaikan
saat ini memang belum baik-baik harga cabai merah, bawang
saja. jika ada yang mengatakan merah, dan rokok kretek pada
Jsebaliknya diminta untuk Juli.
melihat data yang ada. Peningkatan harga-
Setelah dua tahun penuh ancaman harga beberapa komoditas
dari pandemi (yang akhirnya menjadi itu, tidak bisa dihindari lagi, kepentingan rakyat lebih sungguh-
krisis), banyak pelaku bisnis yang telah mendorong inflasi. Dan sungguh lagi. Mengkonsentrasikan
sudah merasakan adanya perbaikan. itu sudah terlihat pada Juli. seluruh sumber daya dan anggaran
Tentu karena didorong oleh pernyataan Banyak pengamat, dan bahkan negara untuk memitigasi risiko stagflasi
pemerintah. Memang pernyataan dan pemerintah sendiri sudah menjadi harapan semua orang.
kenyataan itu tidak salah, karena memang menunjukkan kekhawatirannya, Pemerintah mungkin sudah mulai
jika dilihat dari sektor keuangan, sudah jika di sisa tahun ini kenaikan menafikan dulu keinginan untuk
banyak yang mencatatkan keuntungan harga-harga tidak bisa dielakkah mengeluarkan dana-dana besar demi
fantastis. lagi. pembangunan proyek-proyek mercusuar.
Biar begitu, ancaman terhadap Sinyal itu sudah jelas terlihat Pemerintah bisa memulainya dengan
ekonomi dan juga pelaku bisnis belum di beberapa negara-negara mengoptimalkan fiskal pada APBN
benar-benar pudar. Selain ancaman lain. Ditambah lagi mereka terutama menghimpun penerimaan
munculnya pendemi gelombang ketiga juga mengalami stagnasi ketika negara yang tinggi dan sustainable.
dan keempat dan seterusnya, sejatinya ekonominya tidak kunjung Kemudian menggunakannya sebagai
ada ancaman lain yang harus jadi tumbuh dalam tiga kuartal back up bagi perekonomian.
perhatian. Situasi politik keamanan berturut-turut. Kondisi yang Di sisi moneter Bank Indonesia
global yang memanas sejak awal tahun biasanya disebut stagflasi, mungkin akan mulai menggunakan
2022 masih menjadi pusat kekhawatiran kombinasi antara lonjakan instrumen bunga acuan atau BI 7 Day
banyak pemegang kebijakan ekonomi. harga barang-barang dengan Reverse Rate, sesuatu yang masih
Setelah membuat ekonomi negara- mandeknya pertumbuhan dihindari hingga Juli. Namun demikian,
negara Eropa guncang, yang merambah ekonomi. instrumen suku bunga BI itu masih
ke ekonomi negara pelaku ekonomi Oleh karena itu, tidak terlalu lama untuk bisa dirasakan oleh
utama dunia lainnya, turbulensi itu berlebihan jika pemerintah masyarakat mengingat masa transisinya
menyebar pula ke Indonesia. Angka sudah harus menganggap yang yang panjang. Dan BI tentu akan
inflasi yang tadinya tidak terlalu tengah terjadi sekarang ini mencari cara untuk berkontribusi untuk
dikhawatirkan otoritas moneter, kini sebagai bel peringatan untuk menghindari ekonomi dari stagflasi.
mulai menyita perhatian lembaga itu. mulai menyiapkan diri. Publik Akan tetapi yang pasti, hampir
Sebabnya tidak lain dari angka inflasi tentu berharap adanya kebijakan semua orang sepakat bahwa ekonomi
Juli yang mencapai 4,94 persen, yang antisipatif dan juga penahan masih belum pada kondisi stabil seperti
merupakan level tertinggi dalam tujuh guncangan agar stagflasi bisa sebelum krisis. Jika masih ada yang
tahun terakhir. dihindari. Jika tidak, minimal bilang bahwa ekonomi baik-baik saja,
Memang sepanjang tahun ini hingga kondisi itu tidak memberikan dan kenaikan harga tidak perlu terlalu
Juli banyak peristiwa kenaikan harga sakit yang terlalu dalam bagi dibesark-besarkan, sebaiknya disuruh
yang membuat gelisah masyarakat. Sebut masyarakat. saja merasakan. Karena seperti kata
saja kenaikan harga pada minyak goreng, Sudah saatnya pemerintah pepatah Jawa, sebaiknya seseorang itu
kemudian kenaikan harga bahan bakar, memikirkan keselamatan dan bisa merasa, jangan merasa bisa.
106 Edisi 188 / 2022 / Th.XVII www.stabilitas.id

