Page 99 - Stabilitas Edisi 188 Tahun 2022
P. 99
diraih lebih tinggi pada kuartal pertama Rp247,28 triliun. Namun, penyaluran
tahun ini dan mencapai Rp3,96 triliun kredit itu semakin baik kualitasnya,
atau tumbuh 63,2 persen secara tahunan. tercermin dari turunnya rasio pembiayaan
Pencapaian laba bersih ini dihasilkan bermasalah (Non Performing Loan/NPL)
dari Pendapatan Operasional Sebelum gross perseroan menjadi 3,60 persen.
Pencadangan (PPOP) yang tumbuh kuat Sedangkan posisi DPK turun dari Rp295,97
7,3 persen yoy menjadi Rp8,5 triliun. triliun per Maret 2021 menjadi Rp290,53
Tingginya transaksi keuangan juga triliun pada akhir Maret 2022.
menjadi sumber pertumbuhan Fee
Based Income (FBI) yang mendorong Intermediasi Membaik
pertumbuhan laba progresif. Adapun Sementara itu, Otoritas Jasa
pencapaian pendapatan operasional Keuangan (OJK) mencatat fungsi
adalah yang tertinggi yang pernah intermediasi perbankan pada Maret 2022
dihasilkan BNI atau lebih tinggi dari kembali berada di tren positif dengan
pendapatan operasional sebelum pertumbuhan kredit sebesar 6,67 persen
pandemi. Selain itu, upaya perbaikan yoy (1,75 persen mtm) dengan seluruh
kualitas kredit melalui monitoring, kategori debitur mencatatkan kenaikan,
penanganan, dan kebijakan yang efektif terutama UMKM dan ritel. Secara sektoral,
membuat biaya pencadangan kredit turun mayoritas sektor utama mencatatkan
tajam sebesar 26,1 persen yoy. kenaikan kredit secara mtm, terutama
Total baki kredit yang disalurkan Darmawan Junaidi, perdagangan, manufaktur, dan rumah
sepanjang kuartal pertama 2022 tumbuh Direktur Utama Bank Mandiri tangga masingmasing sebesar Rp20,2
5,8 persen yoy menjadi Rp591,68 triliun. triliun, Rp19,3 triliun, dan Rp16,7 triliun.
Posisi ini sudah lebih tinggi dari kondisi “Hal tersebut mencerminkan dukungan
sebelum pandemi yakni kuartal pertama perbankan dalam pemulihan ekonomi
2020. Indikator kinerja positif lainnya Berbagai inisiatif nasional terus membaik,” kata Deputi
terkait dengan kualitas aset, likuiditas, Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto
dan efisiensi juga semakin baik sehingga digital yang telah Prabowo.
turut mendorong tercapainya pendapatan Selain itu, DPK mencatatkan
operasional yang lebih tinggi. dilakukan turut pertumbuhan sebesar 9,95 persen yoy
“Kami bersyukur BNI mampu berhasil memberikan (1,32 persen mtm) terutama didorong oleh
mempertahankan kinerja yang solid pada giro yang tumbuh sebesar Rp88,56 triliun.
awal tahun ini. Kinerja ini merupakan dampak positif Dalam hal ini, OJK terus mendorong
salah satu tanda dari pemulihan sekaligus terbentuknya tingkat suku bunga
pertumbuhan ekonomi yang lebih baik kepada core business perbankan yang lebih efisien di mana
pada tahun ini,” kata Royke. perseroan termasuk pada periode pemantauan tingkat suku
Di urutan keempat, PT Bank Tabungan bunga secara umum masih melanjutkan
Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil memperluas akses tren penurunan. Ratarata suku bunga
mengangkat perolehan laba bersihnya di kredit tertimbang dari KMK, KI, dan KK
sepanjang triwulan pertama 2022 dengan ke pasar digital serta pada Maret 2022 tercatat sebesar 9,07
mencetak Rp774,4 miliar atau tumbuh ekosistem digital. persen atau menurun dibandingkan
23,9 persen secara tahunan. Pertumbuhan dengan periode sebelumnya.
laba ditopang oleh kenaikan pendapatan “Begitupun dengan SBDK yang
bunga bersih sebesar 28,8 persen secara menurun menjadi sebesar 7,38 persen.
tahunan dari Rp2,77 triliun menjadi OJK secara konsisten terus melakukan
Rp3,57 triliun. asesmen terhadap perekonomian
Bank yang memiliki brand terkenal dan sektor jasa keuangan bersama
di segmen perumahan ini tercatat pemerintah dan otoritas terkait lainnya
menyalurkan kredit sebesar Rp248,89 serta stakeholders dalam rangka
triliun per akhir Maret 2022 atau tidak jauh menjaga stabilitas sistem keuangan di
berbeda dibandingkan dengan penyaluran tengah momentum pemulihan ekonomi
kredit per akhir 2021 lalu di angka nasional,” pungkasnya.*
www.stabilitas.id Edisi 188 / 2022 / Th.XVII 99

