Page 196 - Sejarah/Geografi Agraria Indonesia
P. 196

Sejarah/Geografi Agraria Indonesia
               ketika hampir sejuta orang yang dituduh sebagai anggota dan terlibat
                              62
               PKI mati dibunuh  dan puluhan ribu lagi ditahan tanpa proses penga-
               dilan. 63

                   Bagi politik agraria, akibat pokok dari peralihan politik ini adalah
               dihentikannya seluruh pelaksanaan UUPA, yang berpokokkan konversi,
               pendaftaran tanah, land reform dan pembangunan semesta. Iklim politik
               yang mewarnai seluruh kehidupan pedesaan adalah polarisasi antara
               kelompok anti-komunis dengan yang dituduh sebagai komunis. UUPA
               segera dicap sebagai produk PKI yang diharamkan. Sejumlah pemilik
               tanah luas yang tanahnya terkena sebagai objek land reform mencoba
               memperoleh kembali tanah-tanah yang telah dibagikan. Penerima tanah
               land reform atau kerabatnya yang dituduh terlibat PKI tentu tidak berani
               melawan, dan kebanyakan mereka pindah dari daerah pedesaan tempat
               mereka tinggal. Hal ini tentunya, mempermudah pengambilan kembali
               tanah-tanah tersebut, yang sering kali dilakukan atau disokong oleh para
               penguasa sipil dan militer. Anehnya, pemerintah orde baru tetap mela-
               porkan keberhasilan program land reform yang sejak tahun 1962 sampai
               dengan tahun 1967 sejumlah tanah 800.000 ha telah dibagikan kepada
               800.000 keluarga, sebagaimana dilaporkan dalam majalah resmi peme-
               rintah Penyuluh Land Reform No. VIII, 4, Oktober 1968.


               Politik Agraria Orde Baru:
               Otoritarianisme dan Bangkitnya Kembali Kapitalisme

                   Perubahan yang dramatis dan brutal dari pemerintah Presiden Ir.
               Soekarno ke Presiden Jenderal Soeharto, membawa akibat berubahnya
               politik agraria dari populisme menuju kapitalisme . Sejak awal, terdapat
                                                        64

                   62  Robert Cribb. The Indonesian Killings 1965-1966. Clayton: Centre for Southeast
               Asian Studies, Monash University, 1990; dan Robert Cribb, “Genocide in Indonesia 1965-
               1966.” Journal of Genocide Research 2001, No. 3, halaman 219-239.
                   63  Julie Southwood dan Patrick Flanagan, Indonesia: Law, Propaganda, and Terror,
               London: Zed Press, 1983.
                   64  Strategi agraria dapat dibedakan atas tiga ciri ideal. Dapat disebutkan tiga hal yang
               menjadi pembeda antar satu sistem dengan sistem lainnya. Yakni (a) Penguasaan tanah; (b)
               Tenaga kerja; dan (c) Tanggung jawab atau pengambilan keputusan meengenai produksi,
                                                                        187
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201