Page 174 - Persoalan Agraria Kontemporer: Teknologi, Pemetaan, Penilaian Tanah, dan Konflik
P. 174
perkembangan perkotaan Kota Depasar dan Kabupaten Badung juga
sebagai daerah perkembangan pariwisata di Propinsi Bali, sehingga
cenderung tanah pertanian dikonversi menjadi non pertanian, hal ini
dapat menurunkan swasembada beras.
Daerah penelitian merupakan daerah potensial untuk produksi
padi sawah karena adanya sumber mata air yang melimpah dan tanah
yang relatif tua dari proses pelapukan secara fisik dan kimia, lebih lanjut
uraian dalam tinjauan pustaka meliputi: (1) Tanah dan Penggunaan
Tanah, (2) swasembada beras dan, (3) hipotesis.
Tanah memiliki peran strategis dan sangat diperlukan bagi
kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia. Untuk itu pemahaman
mengenai tanah penting untuk diketahui. Beberapa peneliti atau ahli di
bidang geologi, perencanaan dan evaluasi tanah, pertanian, perencana
wilayah, sosial-ekonomi, atau hukum memiliki persepsi yang berbeda
mengenai tanah. Namun umumnya mereka memahami tanah sebagai
cerminan pemanfaatan sumberdaya alam, kebutuhan pengguna untuk
memenuhi hidupnya, ketrampilan dan pengetahuan penggunaan saat ini,
ketersediaan sarana dan prasarana, modal, tenaga kerja, dan adaptasi
terhadap masalah yang terjadi (Huizing, 1986;Nelson, 1986).
Tanah memiliki arti lebih luas dari tanah yang selama ini
menjadi obyek peneliti bidang hukum dan agraria. Tanah merupakan
bagian dari bentang alam yang mencakup kondisi fisik yang penting bagi
penggunaan tanah, termasuk tanah, iklim, relief, hidrologi, vegetasi, dan
aktivitas manusia. Oleh karena itu cukup relevan apabila melihat tanah
sebagai permukaan daratan di bumi yang mencakup seluruh komponen
di dalamnya dari biosfer, atmosfer, pedosfer, hidrosfer, litosfer, dan
antroposfer hingga hasil kegiatan manusia di masa lalu, masa kini, dan
yang akan datang (FAO, 1977).
Manusia memiliki keterkaitan dengan lingkungan di sekitarnya,
salah satunya dimanifestasikan dalam bentuk pemanfaatan tanah
dalam berbagai penggunaan. Oleh karenanya Mallingreau (1978)
menyebutkan bahwa penggunaan tanah merupakan segala bentuk
campur tangan manusia terhadap sumberdaya alam dan sumberdaya
buatan untuk memenuhi kebutuhannya.
Sistem penggunaan tanah dapat menjadi dua komponen utama
yaitu komponen tanah dan komponen penggunaan. Komponen tanah
165

