Page 274 - Keistimewaan Yogyakarta yang Diingat dan yang Dilupakan
P. 274

Penutup

               republik. Maklumat tersebut sebenarnya menandakan dibu-
               atnya kontrak baru dalam momen dan situasi yang baru pula.
               Status ‘keistimewaan’ dalam maklumat 5 September 1945
               mengandung dua makna; pertama, menghapus segala bentuk
               pembatasan-pembatasan yang tercantum dalam kontrak
               politik dengan pemerintah kolonial sekaligus menandai mo-
               ment penting keterlepasan Kesultanan dari belenggu aturan
               kolonial, kedua, pengakuan kekuasan entitas politik baru yang
               memberi rasa nyaman khusus karena terikat dalam suatu
               identitas bersama yang meyakinkan; Republik Indonesia. Per-
               gantian situasi politik nasional dari dua Orde Baru ke Reformasi
               memunculkan upaya untuk memperbarui kontrak politik
               sebelumnya. Dari gambaran di atas, adagium ‘sejarah akan
               terulang, hanya aktornya yang berganti’, seolah menemukan
               konteksnya.


               B. Mereka yang Menantang Zaman
               Manusia-manusia kreatif (creative persons) yang dilahirkan
               dari sebuah kadipaten kecil Paku Alaman ini menjadi manusia-
               manusia yang melampaui masanya. Kemampuan Ki Hadjar
               Dewantara, Soerjopranoto, dan Notosuroto dalam menangkap
               gerak zaman yang terus berubah dan bagaimana mereka
               mengorientasikan diri menjadikan suatu pentradisian
               tersendiri di Paku Alaman, suatu kesanggupan untuk selalu
               berpihak pada kepentingan rakyatnya. Berani melawan otori-
               tarianisme yang datang dari alam fikir feodal maupun kolonial.
               Tawaran sistem pendidikan dari keluarga Paku Alaman, meng-
               ingatkan bahwa kerajaan akan diakui eksistensinya jika dan
               hanya jika segala sistemnya diabdikan pada kepentingan yang
               lebih luas, massa rakyat. Pendidikan yang saat itu hanya dinik-

                                                                  251
   269   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279