Page 160 - Generasi Muda Reforma Agraria
P. 160
Kumpulan Naskah Esai Terbaik Pada Lomba Esai Agraria 139
Biochar. Dalam Revolusi Hitam ada tiga standar yang ingin
dibuat, suhu pirolisis, durasi pirolisis, dan pemberian label
bahan utama Biochar.
Standard pertama adalah suhu pirolisis, untuk merubah
struktur selulosa, hemiselulosa dan lignin menjadi struktur
karbon aromatik diperlukan suhu tinggi. Penelitian oleh
Zhang (2015) menunjukan bahwa ikatan aromatik terbentuk
paling banyak di suhu 400-600º C, sehingga suhu ideal untuk
melakukan pirolisis diantara 350 º C sampai 600º C.
Standar kedua adalah durasi pirolisis, seperti yang sudah
dibahas sebelumnya, durasi pirolisis menentukan jumlah
material yang tersisa setelah pembakaran. Pirolisis cepat (<1
menit) menghasilkan lebih banyak Biofuel sedangkan pirolisis
lambat (>1 jam) menghasilkan lebih banyak Biochar. Jenis
pyrolysis yang digunakan dalam Revolusi Hitam disesuaikan
dengan target Revolusi Hitam. Target utama dari Revolusi
Hitam adalah meningkatkan kualitas tanah, maka pirolisis
lambat menjadi pilihan yang lebih logis. Selain menghasilkan
lebih banyak Biochar, kualitas Biochar yang dihasilkan dari
pirolisis lambat secara umum lebih baik (Anand 2011).
Standar ketiga adalah pemberian label untuk bahan baku
Biochar, perbedaan bahan baku Biochar dapat menyebabkan
hasil akhir yang bervariasi terhadap kualitas tanah. Tujuan
pemberian label adalah membedakan keampuhan Biochar
berdasarkan bahan baku pembuatnya. Sebagai contoh, Biochar
berbahan baku utama padi diberi nilai 4, yaitu nilai tertinggi,
untuk menunjukan potensi tinggi Biochar berbahan baku padi
dalam memperbaiki tanah dan meningkatkan hasil panen.

