Page 183 - Resonansi Landreform Lokal di Karanganyar: Dinamika Pengelolaan Tanah di Desa Karanganyar
P. 183

170   Aristiono Nugroho, dkk.

            suaian tradisi tersebut dengan kebijakan dan politik pertanahan
            nasional.
                Dengan mempertimbangkan pendapat Kepala Kantor
            Pertanahan Kabupaten Purworejo, landreform lokal yang dite-
            rapkan di Desa Karanganyar diketahui memenuhi: Pertama,
            aspek sosiologis, karena tradisi tersebut menjadi adat di masya-
            rakat. Setelah dikhtiarkan oleh para tokoh masyarakat, tradisi
            tersebut mendapat dukungan masyarakat hingga saat ini.
            Bahkan tradisi tersebut telah berdampak bagi masyarakat dan
            pihak elit desa; Kedua, aspek filosofis, karena tradisi tersebut
            memenuhi rasa keadilan, ketika setiap anggota masyarakat
            mendapat kesempatan berkontribusi sesuai dengan kemampuan
            masing-masing. Petani yang memiliki tanah sawah relatif luas
            menyerahkan sebagian tanah sawahnya menjadi buruhan desa,
            yang kemudian digarap oleh petani yang tidak memiliki tanah
            sawah. Sebaliknya mereka yang menggarap tanah buruhan desa
            menyumbangkan tenaganya untuk melaksanakan ronda, kerigan,
            dan membayar PBB atas tanah yang digarapnya. Kondisi ini
            memberi kesempatan terjadinya peningkatan kesejahteraan para
            penggarap, sehingga mendukung terciptanya harmoni sosial
            yang berkelanjutan; Ketiga, aspek politis, karena tradisi yang
            berkeadilan, menyejahterakan, dan mampu menciptakan har-
            moni sosial secara berkelanjutan sesuai dengan kebijakan dan
            politik pertanahan nasional yang berbasis pada konstitusi (Undang-
            Undang Dasar Tahun 1945) dan Undang-Undang Pokok Agraria.
                Setelah landreform lokal yang diterapkan di Desa Karang-
            anyar layak masuk konstruksi hukum, maka langkah selanjutnya
            adalah merumuskan segenap substansi landreform lokal dalam
            suatu produk hukum, misalnya Peraturan Desa yang mengikat
            masyarakat dan Pemerintah Desa Karanganyar. Dengan pera-
   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188