Page 141 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 141
126 Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria
untuk LCP2B.
2) Tidak Sesuai; apabila arahan kawasan dalam RTRW tidak sesuai
dengan arahan dalam LP2B. Contoh dalam Peta RTRW merupakan
Kawasan Permukiman, dalam Peta LP2B merupakan arahan untuk
lokasi LP2B ataupun LCP2B.
Hasil dari identifikasi kesesuaian masing-masing arahan kawasan
dalam RTRW terhadap arahan untuk lokasi LP2B ataupun LCP2B
dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9. Matrik Kesesuaian RTRW dengan LP2B
No. Arahan Fungsi Kawasan dalam Arahan LP2B
Rencana Tata Ruang Wilayah LP2B LCP2B
1. Hutan Lindung T T
2. Kawasan Melindungi Kawasan Bawahannya T T
3. Hutan Produksi Terbatas T T
4. Hutan Produksi Tetap T T
5. Industri T T
6. Permukiman T T
7. Pertanian Lahan Kering T S
8. Sawah Irigasi S S
9. Sawah Non Irigasi T S
Sumber: Pengolahan Data Sekunder Keterangan : S = Sesuai
T = Tidak Sesuai
b. Melaksanakan Tumpang susun (overlay) Peta RTRW dengan Peta LP2B
dengan menggunakan Matrik Kesesuaian sebagai acuan.
Setelah matrik kesesuaian antara RTRW dan LP2B ditentukan,
selanjutnya melakukan overlay kedua peta tersebut. Secara Skematis
ilustrasi analisis overlay ini dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Ilustrasi Analisis overlay antara Peta RTRW dengan Peta LP2B

