Page 200 - Reforma Kelembagaan dan Kebijakan Agraria (Hasil Penelitian Strategis STPN 2015)
P. 200

Hasil Penelitian Strategis STPN 2015  185


              dengan putusan pengadilan  tata usaha  negara  yang  mengharuskan
              membatalkan dan mencabut surat keputusan penentapan tanah terlantar
              yang telah dikeluarkan oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional. Dengan
              alasan  surat  keputusan  tersebut  tidak  sesuai dengan asas-asas  umum
              pemerintahan yang baik dan tidak sesuai dengan peraturan perundang-
              undangan yang berlaku.
                  Berdasarkan  hal tersebut,tujuan tulisan  ini  adalah,  pertama,  untuk

              mendiskripsikan dan menganalisis Penertiban dan Pendayagunaan Tanah
              Terlantar Eks  PT.  Perusahaan Perkebunan  Tratak  Batang;  kedua,  untuk
              mendiskripsikan  peran  serta  masyarakat terhadap  penetapan tanah
              terlantar terhadap Eks PT. Perusahaan Perkebunan Tratak.



              B.  Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar Eks PT.
                  Perusahaan Perkebunan Tratak Batang


              1.   Penertiban Tanah Terlantar Eks PT. Perusahaan Perkebunan
                  Tratak Batang
                  Pengertian tanah terlantar adalah tanah diterlantarkan kalau dengan

              sengaja tidak dipergunakan sesuai dengan keadaannya atau sifat dan tujuan
              daripada  haknya. Pengaturan  mekanisme tanah terlantar telah  diatur
                              8
              dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2010. Dalam ketentuan Pasal
              2 telah ditegaskan: “Obyek penertiban tanah terlantar meliputi tanah yang
              sudah diberikan hak oleh negara berupa Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak
              Guna Bangunan, Hak Pakai dan Hak Pengelolaan, atau dasar penguasaan
              atas tanah  yang tidak  diusahakan, tidak  dipergunakan,  atau tidak
              dimanfaatkan sesuai dengan keadaannya atau sifat dan tujuan pemberian
              hak atau dasar penguasaannya”.

                  Berdasarkan  Identifikasi  dan  inventarisasi  terhadap  tanah  yang
              terindikasi terlantar di Kabupaten Batang, ada tiga pemegang  hak yang
              telah ditetapkan sebagai objek tanah terlantar,karena dengan sengaja tidak
              dipergunakan sesuai dengan  keadaannya atau sifat dan tujuan daripada



              8   Pasal  27  Undang-Undang  Nomor  5  Tahun  1960  tentang  Peraturan  Dasar
                  Pokok-Pokok Agraria
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205