Page 161 - Penegakan Hukum Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar
P. 161
TENTANG PENULIS
DIAN ARIES MUJIBUROHMAN
Dilahir di Brebes pada 18 April
1980. Meraih gelar Master pada Tahun
2004 di Universitas Indonensia Jakarta.
Kemudian memperoleh gelar sarjana
pendidikan di Universitas Islam Sulthan
Syarif Kasim Pekabaru dan gelar sarjana
hukum di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum
(IBLAM) Jakarta. sejak Tahun 2011
telah menjadi pengajar di Sekolah Tinggi
Pertanahan Nasional Yogyakarta.
Sebagai Pengajar terlibat aktif dalam menulis dan penelitian
dengan kosentrasi hukum tata negara, pertanahan, agararia dan tata
ruang. Beberapa hasil penelitian, baik dalam bentuk jurnal, buku
dan monografi secara tim maupun sendiri, beberapa jurnal yang telah
diterbitkan dengan judul Potensi Permasalahan Pendaftaran Tanah
Sistematik Lengkap (Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 2018),
Menyoal Penafsiran Tanah Terlantar (Jurnal Yudisial, 2017), Problematika
Pengaturan Tanah Negara Bekas Hak yang Telah Berakhir (Bhumi: Jurnal
Agraria dan Pertanahan, 2016), Potensi dan Permasalahan Pulau Sangiang
Sebagai Obyek Tanah Terlantar (Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan,
2015), Tradisi Konvensi Nasional Pemilihan Calon Presiden Di Indonesia
(Jurnal Legislasi Indonesia, 2015), Akibat Hukum Pembubaran BP Migas
(Mimbar Hukum, 2013) dan lain-lain.
Buku yang telah diterbitkan Pengantar Hukum Tata Negara
(STPN Press, 2017), Pengisian Jabatan Presiden Pasca Amandemen UUD
1945 (Kotak Buku, 2015), Impeachment Presiden: Mekanisme dan
Alasan Pemberhentian Presiden Menurut UUD 1945(Kotak Buku, 2013).
Hingga saat ini juga aktif sebagai pengelola Jurnal Tunas Agraria (JTA)
dan sebagai Editor Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan.
144 Penegakan Hukum Penertiban Dan Pendayagunaan Tanah Terlantar

