Page 144 - Pengadaan Tanah di Indonesia dan Beberapa Negara
P. 144

sebagian besar tanah ditetapkan dengan kepemilikan bersama
           atau  kepemilikan  oleh  negara.  Pada  masa  kepemimpinan
           tersebut  salah satu  kebijakan  pertanahan  yang ditetapkan
           yakni melakukan distribusi tanah yakni dari tuan tanah petani
           kaya selanjutnya tanah tersebut diambil alih untuk selanjutnya
           didistribusikan kepada petani miskin (Reforma Agraria Cina).
           Implikasi  yang  dirasakan  dengan  adanya  kebijakan  tersebut
           berdampak terhadap tanah-tanah di pedesaan sebagian besar
           yakni  mencapai  90  % memiliki  struktur penguasaan  yang
           sifatnya kolektif (Vendryes 2010)

                Dalam perjalanannya, pada tahun 2013 pemerintah Cina
           melaksanakan sidang Komite yang menghasilkan Keputusan
           Komite Sentral Komunis China. Pada saat pelaksanaan sidang
           paripurna, partai  Komunis  Cina  membahas  berbagai  isu  dan
           masalah  besar terkait  reformasi dan  salah  satu  hasilnya
           memutuskan  bahwasanya  Pemerintahan  Cina  memiliki
           komitmen untuk memberikan perlindungan terhadap hak-hak
           property masyarakat. Dalam konteks ini, masyarakat khususnya
           di daerah pedesaan diberikan kebebasan terhadap pengelolaan
           tanah yang mereka kuasai apakah melalui sistem penyewaan,
           sistem  gadai atau sistem  yang disepakati  secara bersama.
           Sistem yang ditetapkan dalam pengelolaan tanah pedesaan ini
           diperbolehkan sepanjang di dalam kesepakatan tersebut tidak
           merugikan masyarakat petani. Dalam mekanisme pengaturan
           land reform dan pengadaan tanah, kebijakan yang diterapkan
           di Cina mengutamakan untuk memberikan perlindungan agar
           masyarakat tetap memiliki akses terhadap tanah. Lebih lanjut
           di dalam keputusan sidang parlemen tahun 2013 tersebut juga
           merumuskan bahwasanya pemerintah akan mempertahankan
           kepemilikan  tanah  kolektif  di pedesaan,  melindungi  peng-



                                      Praktik Pengadaan Tanah di Beberapa Negara  115
   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149