Page 181 - Gerakan-gerakan Agraria Transnasional
P. 181
Organisasi Transnasional di Amerika Tengah
promosi peralatan besar dan koneksi ke pusat kekuasaan,
namun juga oleh kegagalan nyata dari begitu banyak
proyek-proyek negara yang mendukung reforma agraria.
Dalam menyebut gelombang baru reforma agraria
yang dipimpin negara-, petani kecil dan organisasi petani
memiliki argumen tentang etika lingkungan, kekuasaan dan
argumen pembangunan. karena sejak redistribusi,
konservasi tanah dan keanekaragaman hayati menjadi hal
penting dalam mengurangi kemiskinan dan merangsang
permintaan. Tapi apakah organisasi dan para peneliti
mendukung analisis mereka yang kuat tentang apa yang
salah dengan reforma agraria sebelumnya? Paling penting,
dalam menentang pendekatan orientasi pasar Bank Dunia,
apakah mereka memiliki argumen persuasif tentang
bagaimana masalah tersebut dapat dihindari atau dimi-
nimalkan di era baru reforma agraria yang dipimpin negara
yang mereka harapkan untuk terwujud?
Beberapa organisasi petani yang ada dalam sejarah
Amerika Tengah, mereka kembali berkampanye untuk
lahan dan sumber daya yang terkait dengan keadilan
lingkungan (seperti kampanye anti-pertambangan di Gua-
temala), dan beberapa telah berpartisipasi dalam koa-
lisi yang menentang DR-CAFTA, rencana Puebla-Panama,
Pengusulan Uni Eropa dan Amerika Tengah mengenai
kesepakatan perdagangan bebas dan beberapa penentangan
lain terhadap praktek yang ingin meliberalisasi ekonomi
di regional. Di beberapa negara, aksi penggarapan tanah
oleh petani yang terorganisir menjadi sasaran penindasan
kekerasan. Berbeda dengan organisasi-organisasi petani
yang terlibat dalam perlawanan-perlawanan yang pada
umumnya merupakan kelompok yang lebih kecil yang
berkonsentrasi pada sektor lain, product-specific atau
tuntutan lokal yang biasanya disalurkan melalui saluran
politik konvensional. Kedua jenis organisasi tersebut
167

