Page 235 - Gerakan-gerakan Agraria Transnasional
P. 235
La Via Campesina dan Kampanye Global Reforma Agraria
berbeda, terutama Afrika yang membantu meletakkan Via
Campesina dan GCAR lebih realistis. Walaupun bang-
kitnya Via Campesina terjadi secara dramatik dan impresif
sebagai gerakan agraria utama internasional, luasnya
perwakilannya masih tetap dibatasi ketika dilihat dari
perpektif global. Bahkan dalam daerah kekuasaan nasional
yang dipimpin oleh anggota Via Campesina, yang meng-
organisir basisnya tetap terbatas, sebagaimana komentar
Stedile mengenai MST Brazil. Ini tidak mungkin jadi lebih
baik di negara lain dimana Via Campesina berada,
sekalipun klaim dari anggota organisasi yang terkadang
bisa berlebihan. Sementara itu di Asia Selatan yang
merupakan daerah yang sangat luas, bahkan sampai
sekarang-pun kubu utama Via Campesina adalah Asia
Selatan (plus Korea Selatan), yang mana walaupun sig-
nifikan, tapi itu tidak membentuk terjadinya massa
teroganisir disana. Dalam bagian ini, Asia Selatan adalah
tuan rumah bagi sejumlah gerakan agresif dari kelas buruh
desa yang berhubungan dengan perlawanan kelas, namun
banyak dari gerakan ini tidak terintergrasi secara formal
dalam Via Campesina, meskipun organisasi utama Via
Campesina disana-(KRRS)- adalah gerakan petani
menengah dan kaya yang tidak setuju dengan pembicaraan
tentang kelas sosial, eksploitasi kelas dan perjuangan kelas
serta mereka bahlan menentang Reforma Agraria.
Tidak ada gerakan agraria nasional yang signifikan
saat ini baik di Asia Tengah atau Timur Tengah yang men-
dekati orientasi politik di Via Campesina atau mempunyai
hubungan formal. Sementara itu, negara yang amat besar
dengan kelas buruh desa yang besar juga seperti Cina dan
pendahulu nya –USSR (Uni Sovyet)- juga tidak lagi berada
dalam orbit Via Campesina, oleh karena itu beberapa jenis
perlawanan petani sepertinya menghilang dalam diskusi
Via Campesina. Akhirnya di wilayah Afrika yang luas,
221

