Page 257 - Gerakan-gerakan Agraria Transnasional
P. 257
Mobilisasi yang Lamban
gerakan: Movimento Dos Trabalhadores Rurais Sem Terra
(MST) Brazil dan Landless People’s Movement (LPM/
Gerakan Rakyat Tak Bertanah) Afrika Selatan. MST yang
didirikan tahun 1984 memiliki pengikut dalam negeri
terbesar dari gerakan sosial manapun dalam jaringan
transnasional, karena itulah MST ditempatkan di ujung
tombak perjuangan internasional yang lebih luas. Dalam
jangka waktu yang singkat setelah pembentukannya di
tahun 2001, LPM juga cukup banyak menarik perhatian
internasional karena potensinya dalam memobilisasi
kepedulian akarrumput terhadap pembaruan agraria di
Afrika Selatan. Kami berpendapat bahwa dalam konteks
lokal maupun transnasional dibutuhkan dalam mengana-
lisa kedua gerakan tersebut – baik MST maupun LPM tidak
akan dapat dipahami dengan baik dan jelas di luar konteks
transnasional (khususnya konteks JTT). Bagaimana kedua
gerakan ini terhubung dengan transnasionalisme juga
hanya akan dapat dipahami dengan baik dalam konteks
kondisi politik, sosial, dan ekonomi lokal di Brazil dan
Afrika Selatan secara terpisah – namun kami maju selang-
kah lebih jauh untuk membangun sebuah teori ‘mobilisasi
yang lamban’ (berdasarkan teori Alexander Gerschenkron
di tahun 1952 mengenai ‘pembangunan yang lamban’).
Teori kami tentang mobilisasi yang lamban merupakan
sebuah upaya untuk menggabungkan geografi dan sejarah
dalam studi gerakan transnasional kami. Tempat dan skala
memang penting, namun begitu juga dengan waktu: dalam
sistem dunia yang terkoneksi, apa yang dilakukan satu nega-
ra/wilayah/kelompok pada satu waktu akan mempenga-
ruhi semua hal yang terjadi selanjutnya, seringkali bahkan
secara langsung (lihat juga McMichael 1990).
Dalam sebuah jaringan transnasional, salah satu man-
faat yang paling nyata adalah pertukaran ide, pengalaman,
dan informasi (Keck dan Sikkink 1998), namun pertukaran
243

