Page 146 - Relasi Kuasa: Dalam Strategi Pertanahan di Desa Prigelan
P. 146

Relasi Kuasa dalam Strategi Pertanahan di Desa Prigelan  137

            Rp. 1 miliar per desa (atau sesuai kemampuan pemerintah), maka
            Pemerintah Kabupaten Purworejo mempersyaratkan agar pemerintah
            desa mengurangi besaran pologoro.
                Pengurangan besarnya pologoro perlu dilakukan, sebagai bentuk
            kotribusi Pemerintah Desa Prigelan bagi upaya meringankan beban
            masyarakat. Selain itu, hal ini juga dapat dimaknai sebagai intervensi
            Pemerintah Desa Prigelan,  yang bertujuan  sebagai insentif bagi
            aktivitas masyarakat yang terkait dengan tanah. Dengan demikian
            Pemerintah Desa Prigelan berperan  sebagai  aktor  yang berupaya
            menghindarkan masyarakat,  termasuk  petani,  dari marjinalisasi;
            terutama ketika kebijakan pengurangan pologoro dikaitkan dengan
            strategi pertanahan yang sedang dijalankan.
                Prospek keberlanjutan atau prospek untuk melanjutkan strategi
            pertanahan, sesungguhnya tidak dapat dilepaskan dari akomodasi
            dan  pencapaian  tiga kebutuhan  petani Desa Prigelan,  yaitu:
            Pertama,  keadilan, sebagai prasyarat  bagi dilanjutkannya strategi
            pertanahan yang diterapkan oleh Pemerintah Desa Prigelan. Strategi
            dilanjutkan,  setelah  keadilan  diberlakukan pada pengaturan,
            penguasaan,  pemilikan,  dan  penggunaan  tanah.  Adalah  tindakan
            yang adil, ketika diterapkan strategi penguasaan tanah. Pemberian
            hak garap atas tanah sawah seluas 60 ubin bagi petani yang tidak
            memiliki  tanah  sawah merupakan  elemen  pertama  yang menjadi
            dasar dilanjutkannya strategi ini.
                Keberlanjutan strategi dimungkinkan saat para pemilik tanah
            sawah menyerahkan hak garap atas tanah sawah seluas 1/6 (satu per
            enam) bagian tanah sawah yang dimilikinya kepada Pemerintah Desa
            Prigelan. Hak garap inilah yang selanjutnya didistribusikan kepada
            petani yang tidak memiliki tanah sawah, dengan luasan mencapai
            60 ubin per kepala keluarga petani. Interaksi antara pemilik tanah
            sawah dengan para petani yang tidak memiliki tanah sawah, yang
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151