Page 205 - Kembali ke Agraria
P. 205

Usep Setiawan

            tuntutan reforma agraria menyeluruh kian menemukan konteksnya.
                Uji materi Perpres 36/2005 kepada Mahkamah Agung (MA) yang
            dilakukan oleh puluhan pengacara handal yang disokong pakar hu-
            kum agraria dan ribuan surat kuasa gugatan dari publik bisa berujung
            pada pembatalan Perpres 36/2005 oleh MA karena dinilai berten-
            tangan dengan perundang-undangan, termasuk UUD 1945. Jika
            Perpres 36/2005 dibatalkan oleh MA maka pemerintah mengalami
            kekalahan hukum. Ini preseden buruk yang merongrong pemerintah
            “kehilangan muka”. Citra politik pemerintah, khususnya Presiden,
            pun di ambang kepudaran. Inilah segi politis Perpres 36/2005 yang
            bisa diolah jadi peluru politik macam-macam pihak.
                Apabila Perpres 36/2005 dibenarkan oleh MA maka pemerintah
            memiliki legalitas yang kuat untuk menggusur tanah rakyat. Secara
            yuridis formal pemerintah menang. Tapi ini bom waktu bagi meledak-
            nya konflik sosial yang dipicu pendekatan legal formal versus terusik-
            nya rasa keadilan rakyat dalam pembebasan tanah untuk pem-
            bangunan.
                Tampaknya, kemauan dan keberanian presiden meralat sendiri
            Perpres 36/2005 adalah pilihan tepat yang paling kecil risikonya.***






























            186
   200   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210