Page 251 - Kembali ke Agraria
P. 251

Usep Setiawan

            gerakan tani di Indonesia juga turut hadir dan mewarnai konferensi
            ini.
                Organisasi gerakan tani se-dunia yang tergabung dalam La Via
            Campesina bersama berbagai elemen gerakan masyarakat sipil lainnya
            pun menggelar “konferensi tandingan” di arena yang sama sehingga
            paralel dengan ICARRD. Sejumlah delegasi resmi berbagai negara
            dan kalangan gerakan masyarakat sipil rakyat pada intinya meng-
            hendaki kepastian komitmen semua pihak untuk pelaksanaan pemba-
            ruan agraria sejati. Sebuah pembaruan yang memihak rakyat kecil
            yang didera kemiskinan dan kelaparan.
                ICARRD menelurkan deklarasi bersama yang berisi 27 butir
            pandangan, sebuah rumusan visi, dan 11 prinsip yang di dalamnya
            terkandung empat butir janji dan sikap bersama untuk menjalankan
            pembaruan agraria dan pembangunan pedesaan.Dalam konferensi
            tersebut, delegasi Indonesia mengakui bahwa masalah konversi lahan
            pertanian ke non-pertanian telah mengakibatkan berkurangnya lahan
            produktif. Diungkapkan bahwa antara 1992-2002, konversi lahan
            pertanian sawah sekitar 64.000 hektar per tahun (atau 0,8% per tahun
            dari total luas sawah yang ada). Dari jumlah itu, 41% dialihfungsikan
            menjadi non-padi, kompleks perumahan 29%, kompleks industri 5%,
            perkantoran 8% dan lainnya 17%.


            Komitmen Yudhoyono
                Konferensi ini mengingatkan kepada program kerja yang dita-
            warkan Susilo Bambang Yudhoyono sewaktu kampanye tahun 2004
            yang menumbuhkan harapan bahwa pembaruan agraria akan diprio-
            ritaskan. Perlu dipahami bahwa pembangunan pertanian tidak dapat
            mensejahterakan semua lapisan masyarakat tani apabila masalah
            agraria tidak segera dipecahkan secara tuntas. Karenanya, akses
            terhadap tanah dan sumber daya alam yang adil serta merata adalah
            langkah pertama yang mutlak diperlukan. Selain itu, pembangunan
            pertanian tanpa memberikan sebidang tanah dan sumber air kepada
            petani, sama dengan mengusahakan industrialisasi tanpa membe-


            232
   246   247   248   249   250   251   252   253   254   255   256