Page 125 - Pengembangan Kebijakan Agraria: Untuk Keadilan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlangsungan Ekologis
P. 125

Pengembangan Kebijakan Agraria untuk Keadilan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlanjutan Ekologis

                Dalam rangka ini, adat menerapkan peraturan-peraturan
            internalnya yang berlaku bagi semua pihak yang terlibat dalam
            konteks adat. Hal yang sepertinya tidak mungkin ini, ternyata
            mendapat dukungan dari camat setempat, orang asli Dayak
            Lundayeh yang merasa memahami situasi ini. Berbagai urusan
            formal pemerintahan terkait internal masyarakat Krayan, kemudian
            diserahkan pada masyarakat Krayan sendiri untuk menggulirkan
            dan melaksanakan sesuai aturan-aturan adat. Dengan demikian
            pengaturan tanah-tanah adat sepenuhnya diserahkan pada
                          16
            masyarakat adat.  Sebagian wewenang yang ada pada pemerintah
            kini beralih pada adat, sebuah hal yang masih diimpikan di
            Nendali.
                Penyetaraan antara adat dan negara memberi kontribusi positif
            dalam berbagai tertib pengaturan sosial di Krayan. Penyetaraan
            ini juga diberlakukan secara tegas dalam relasi-relasi yang dulunya
            dikenal sulit terjadi, khususnya antara aparat adat dengan aparat
            kepolisian dan militer. Terkadang adat bisa memberi sanksi
            dan denda pada seorang Polisi, terkait suatu hal, dan denda
                                                          17
            terebut biasanya akan dibayar oleh sang komandan.  Beberapa
            perkembangan demikian bisa terjadi berkat pembagian peran
            yang mulai diakui pemerintah setempat. Adat jelas bisa menjadi
            mitra pemerintah.
                Belajar dari Krayan, konstruksi negatif atas hubungan
            keduanya ini (negara-adat) seharusnya mulai dicurigai. Beberapa
            tuduhan atas adat, yang sampai kini lantas menjadi stereotip adat
            adalah, berada dalam posisi kontraproduktif atas negara khususnya
            mengenai konsep persatuan. Adat dianggap mengancam bisa


            16. Ibid.
            17. Ibid.

                                    — 106 —
   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130