Page 197 - Pengembangan Kebijakan Agraria: Untuk Keadilan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlangsungan Ekologis
P. 197

Pengembangan Kebijakan Agraria untuk Keadilan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat dan Keberlanjutan Ekologis

            mampu meningkatkan kesejahteraan mereka, tetapi masuk pada
            sistem kapitalisme baru dan menguntungkan pemilik modal
            besar disekitar mereka, yang selama ini diam-diam menguasai
            sistem ekonomi di seluruh desa dan dusun. Namun demikian,
            diatas semua kekuarangan, inisiatif rakyat seperti ditunjukkan
            di Tasikmalaya dan Blitar, adalah gambaran bagaimana upaya
            melakukan perbaikan nasib dan demi peningkatan kesejahteraan,
            mampu dilakukan sendiri masyarakat tanpa intervensi negara.
            Meski dalam batas tertentu belum mampu menjangkau perubahan
            yang lebih luas.


            3.  Mengurai Batas dan Kesempatan Integrasi

            Uraian kebijakan pertanahan yang belum mampu merealisasikan
            hakekat konsep RA yang sejalur dengan cita-cita kebangsaan,
            kebijakan pengembangan wilayah dan agenda kemiskinan yang
            masih karikatif dan berwatak developmentalistik, serta inisiatif
            rakyat yang belum utuh, memperlihatkan bagaimana diskoneksitas
            itu sekarang berlangsung terus tanpa upaya berarti untuk menyadari
            dan menyelesaikannya. Dalam kondisi diskoneksitas tersebut,
            masih adakah irisan bersama yang bisa menjadi ruang integrasi,
            jika ada, bagaimana hendak diletakkan? Padahal menurut Borras
            dan Fransco (2008) pro poor land policy mesti mampu mendorong
            transfer kesejahteraan dan kekuasaan berbasis tanah dari kelas tuan
            tanah, negara atau komunitas kepada petani miskin, gurem dan
            tunakisma serta mampu membuka ruang interaksi demokratis
            bagi kesungguhan inisiatif reforma “dari atas”/kelompok elit dan
            mobilisasi dan partisipasi aktif dan inisitaif yang kuat dari rakyat.
            Untuk mengurai jawab ruang integrasi tersebut, lebih dahulu
            mesti diperiksa ulang, sampai mana batas dari masing-masing


                                    — 178 —
   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202