Page 167 - Reforma Agraria (Penyelesaian Mandat Konstitusi)
P. 167
Reforma Agraria: Menyelesaikan Mandat Konstitusi
Cifor oleh Wiyono dkk (2006) menunjukkan bahwa sebelum Indonesia
merdeka rakyat telah diberikan izin oleh negara untuk tinggal dan
memanfaatkan kawasan hutan. Keberadaan mereka yang sudah tinggal
sejak lama dalam kawasan hutan juga membantu Indonesia dalam
menyumbangkan berbagai kebutuhan logistik bagi perjuangan kemer-
dekaan.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan atau di dalam kawasan
hutan menjadikan hutan sebagai sumber utama kehidupan untuk diman-
faatkan sebagai berikut: (1) kayu sebagai bahan membangun rumah untuk
tempat tinggal, dapat pula dimanfaatkan sebagai bahan kayu bakar, bahan
utama untuk membuat peralatan/mebel dengan harga yang cukup mahal;
(2) hutan juga menyimpan berbagai jenis tanaman obat yang cukup
mujarab dan digunakan oleh masyarakat sebagai pengobatan alami,
selain itu hutan juga menyimpan berbagai jenis tanaman pangan seperti
umbi-umbian, biji-bijian, buah-buahan, serta berbagai hewan yang dapat
diburu untuk dijadikan bahan makanan; (3) hutan menyimpan berbagai
jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan padang
penggembalaan; (4) hutan merupakan hamparan lahan yang sangat luas
yang dapat dijadikan sebagai tempat bercocok tanam bagi masyarakat
yang tinggal dalam kawasan hutan (Simon 2004).
Pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang terus melesat
dengan mengesampingkan kepentingan masyarakat kecil tidak hanya
menjadikan masyarakat semakin terpinggirkan, namun juga menjadikan
mereka harus masuk ke dalam kawasan hutan. Upaya perlindungan
kawasan hutan dengan menetapkan beberapa kawasan hutan menjadi
kawasan lindung dan/atau kawasan konservasi tanpa disertai dengan
kajian terlebih dahulu terhadap apa yang ada di dalam hutan menjadikan
permasalahan dan pengaturan dalam kawasan hutan semakin rumit.
Ketidakterlibatan masyarakat dalam merumuskan sebuah kebijakan
terkait pengaturan kawasan hutan serta ketidakhadiran masyarakat da-
lam menjaga hutan menjadikan kondisi permasalahan dalam penguasaan
tanah kawasan hutan serta perlawanan masyarakat terhadap peman-
faatan kawasan hutan semakin tinggi (Sumardjono, Simarmata, Wibowo
2018).
139

