Page 81 - Melacak Sejarah Pemikiran Agraria Indonesia Sumbangan Pemikiran Mazhab Bogor
P. 81

Ahmad Nashih Luthfi


               mikian diharapkan orang Jawa akan termotivasi untuk menanam
               lebih banyak macam tanaman, tidak sekedar kopi.
                   Akan tetapi dengan sistem persewaan tanah dalam bentuk
               penggunaannya sebagai perkebunan partikelir, keberadaan Belan-
               da sangat tergantung pada bagaimana menjalin kerjasama yang
               menguntungkan dengan Cina. Ketika dirasa bahwa ekonomi
               Jawa abad 19 tidak kunjung kondusif pada pasar dengan tingkat
               dan spesialisasi produksi yang relatif rendah, maka muncul tun-
               tutan-tuntutan perubahan struktur pada abad 19.
                   Memasuki abad 19, menurut Luiten van Zanden, setidaknya
               ada tiga tahapan dalam proses menciptakan “negara modern”:
               Masa Daendels (1808-1811), Masa Stamford Raffles (1811-
               1816), dan Masa van der Cappelen (1816-1826). 9

               1. Masa Daendels (1808-1811)
                   Terinspirasi  oleh  Revolusi  Perancis,  Herman  Willem
               Daendels melakukan perombakan terhadap sistem birokrasi di
               negeri jajahan. Tujuan utamanya adalah menciptakan birokrasi
               formal modern (dalam pengertian Weberian) yang berbeda dari
               sebelumnya. Jika pada masa VOC formasi kenegaraan diisi oleh
               kepentingan ekonomi dan pengusaha, sehingga urusan privat dan
               publik bercampur baur, maka Daendels mencoba memisahkan
               keduanya. Daendels menempatkan para bupati di Jawa sebagai
               bagian dari kepegawaian administrasi Belanda, bukan sebagai
               penguasa atau pemimpin masyarakat di daerahnya masing-ma-
               sing. Birokrasi adalah pranata modern dengan sistem penggajian.
               Dalam pelaksanaannya, semangat pembaharuan dengan metode
               kediktatoran Daendels ini lebih banyak membuahkan perlawa-
               nan ketimbang keberhasilan. 10
                   Meski singkat, kekuasaan Daendels di Jawa memiliki arti
               sangat penting bagi “formasi kenegaraan” kolonial terkait dengan
               sistem administrasi modern yang diperkenalkannya. Kekejaman


                   9  Ibid., hal. 6-8.
                   10  M. C. Ricklefs, Sejarah Indonesia Modern, 1200-2004, (Jakarta: Serambi,
               2008), hal. 245.
               28
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86