Page 233 - Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria, 2006-2007 Bunga Rampai Perdebatan
P. 233

M. Shohibuddin & M. Nazir S (Penyunting)

            baik secara politis, yuridis, kelembagaan, sosial, ekonomi,
            maupun lingkungan dan ekologis.
                Adanya komplikasi dan konstelasi seperti dipaparkan
            di atas telah melahirkan beberapa problematika yang harus
            digulati bangsa ini. Pertama adalah kesenjangan antara cita-
            cita kemerdekaan di bidang agraria dengan agenda politik
            agraria nasional yang ada. Kedua, kesenjangan antara impe-
            ratif pelaksanaan pembaruan agraria (baik yang berasal dari
            tuntutan cita-cita kemerdekaan, nilai-nilai luhur kebangsaan
            dan konstitusi maupun tuntutan dari kenyataan di lapangan)
            dengan perangkat hukum, kebijakan dan kelembagaan yang
            ada untuk pelaksanaannya. Ketiga, kesenjangan antara
            merebaknya konflik agraria dan inisiatif penataan agraria
            di aras lokal dengan kemauan pemerintah untuk menanga-
            ninya secara terpadu menurut jiwa dan semangat UUPA.
            Keempat, kesenjangan di dalam desain perencanaan pem-
            bangunan nasional yang dapat mendukung revitalisasi perta-
            nian dan industrialisasi pedesaan dalam arti luas.
                Dengan demikian, komplikasi di atas dan aneka dam-
            pak yang ditimbulkannya telah menciptakan ancaman men-
            dasar bagi keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebang-
            saan dan kenegaraan kita sehingga upaya penanganan dan
            penyelesaiannya secara komprehensif menjadi sebuah impe-
            ratif tersendiri. Hal ini tentu bukanlah hal yang mudah sama
            sekali. Ia menuntut adanya upaya kolektif untuk mengem-
            bangkan pemikiran kritis dan terobosan kebijakan alternatif
            dalam menangani dan memecahkan persoalan mendasar ini.
            Selain itu, kesepahaman dan kerjasama yang baik di antara
            semua komponen bangsa mutlak diperlukan.
                Setelah Simposium Agraria Nasional pertama yang di-

            186
   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238