Page 312 - Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria, 2006-2007 Bunga Rampai Perdebatan
P. 312
Pembentukan Kebijakan Reforma Agraria 2006-2007
Investasi Sektor Kehutanan ... (2)
Agenda kedua : bergeraknya sektor riil kehutanan dan usaha terkait
yang berbasis usaha kecil menengah di perkotaan dalam sentra-
yang
kecil
menengah
berbasis
usaha
perkotaan
dalam
sentra
di
sentra bisnis perkayuan di Jawa dan di luar Jawa.
Tujuan : penyerapan tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran
di perkotaan.
Agenda ketiga adalah memberdayakan ekonomi masyarakat
setempat baik di dalam maupun di sekitar hutan, dengan cara
memberi akses kepada mereka dalam pemanfaatan hutan produksi
melalui pemanfaatan hutan produksi melalui pemanfaatan tanaman
i
t
t
d
h t
it
kit
l k
t
rak k t ddan pola kemitraan antara petani sekitar hutan dengan
ya
perusahaan swasta maupun pemerintah.
Tujuan : Peningkatan kesejahteraan masyarakat di dalam dan di
sekitar hutan
Investasi Sektor Kehutanan ... (3)
Di P Jawa : peningkatan efektifitas pengelolaan HP 1,8 juta hektar
dengan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam bentuk
hutan
tetap
yang
kerjasama
Status
pengelolaan
merupakan
dikelola
kerjasama pengelolaan Status hutan yang dikelola tetap merupakan
.
kawasan hutan negara, sedangkan masyarakat diberi akses lebih luas
untuk memanfaatkan lahan tersebut (access reform).
Di luar Jawa, sebagian dari luas HP tidak produktif dikembangkan
untuk HTI yang pada akhir tahun 2009 ditargetkan seluas 9 juta hektar.
Dari luasan itu, 5,4 juta hektar (60%) dialokasikan untuk hutan
tanaman industri rakyat (HTI-R), yaitu HTI yang dikelola bersama
masyarakat, dan sisanya murni HTI.
digunakan
lagi
akan
tidak
diharapkan
2009
produksi
Pada
Pada 2009 diharapkan produksi hutan alam tidak akan digunakan lagi
alam
hutan
untuk industri pulp dan kertas dan pada 2014 untuk industri kayu
gergajian, plywood dan lainnya.
Kemakmuran rakyat dan meningkatnya peran industri kehutanan
sebagai penggerak perekonomian nasional dapat segera terwujud.
265

