Page 90 - Multipurpose Cadastre Pengadaan Tanah dan Legalisasi Aset: Penyelesaian Persoalan-persoalan Agraria dan Tata Ruang
P. 90

Penyelesaian Persoalan-persoalan Agraria dan Tata Ruang
                                              (Hasil Penelitian Sistematis 2018)   81


                      pihak swasta yang membutuhkan tanah, dan Bupati Kepala
                      Daerah Tingkat II Kabupaten Pasaman sebagai pihak yang
                      menerima pelepasan tanah ulayat;
                  2)  Pasca pelepasan, pihak  yang  membutuhkan  tanah  diberi
                      jangka waktu antara 1 – 3 tahun untuk mengusahakan tanah
                      ulayat yang telah dilepaskan tersebut untuk dibangun usaha
                      perkebunan;
                  3)  Pelepasan  tersebut dilakukan dengan  pemberian ganti
                      kerugian yang disebut dengan silih jariah.

              b.  Renardy Gabriel Martua Haposan Tambunan 2004, Studi Tentang
                  Pelepasan  Tanah  Adat Dalam Rangka Pengadaan  Tanah Bagi
                  Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum di Kota
                  Jayapura  Provinsi  Papua, Skripsi,  Sekolah  Tinggi Pertanahan
                  Nasional, Yogyakarta.
                  Penelitian ini mengkaji 27 jenis dokumen pelepasan tanah adat
                  dalam  kurun waktu antara  tahun  1994  sampai dengan  tahun

                  2002. Dari  27  jenis  dokumen  tersebut  disimpulkan beberapa
                  hal, yaitu:
                  1)  bahwa baik tanah yang luasnya < 1 hektar dan yang luasnya >
                      1 hektar proses pelepasannya dilakukan dengan 2 (dua) cara
                      yaitu (a) secara langsung melalui jual beli atau hibah; dan (b)
                      dilakukan dengan melibatkan Panitia dan pelaksanaannya
                      sesuai dengan tahapan pelaksanaan pengadaan tanah;
                  2)  pengadaan tanah yang tidak melibatkan Panitia Pengadaan
                      Tanah memicu berbagai gugatan dari masyarakat pemilik

                      tanah;
                  3)  sebagian  pelepasan tanah  adat tersebut  dilakukan tanpa
                      melalui atau sepengetahuan ondoafi/kepala adat;
                  4)  besaran ganti rugi tanaman ditetapkan dengan harga dasar
                      yang ditetapkan dengan Keputusan Walikotamadya Kepala
                      Daerah Tingkat II Jayapura;
   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95