Page 206 - Problem Agraria, Sistem Tenurial Adat, dan Body of Knowledge Ilmu Agraria- Pertanahan (Hasil Penelitian Sistematis STPN 2015)
P. 206

I Gusti Nyoman Guntur, Dwi Wulan Titik Andari, Mujiati
            188

            Asasi  Manusia.  Hak  ulayat di dalam  kepustakaan  hukum adat disebut
            beschikkingsrecht  merupakan hak yang tertinggi dalam suatu masyarakat
                           15
            hukum adat. Masyarakat hukum adat dimaksud dapat berupa suatu suku
            atau sebuah gabungan desa, atau biasanya sebuah desa saja (tetapi tidak
            pernah dipunyai oleh seorang individu).  Dalam hak ulayat terdapat unsur
                                              16
            hukum perdata  dan unsur  hukum  publik.  Unsur  hukum perdata,  yang
            berhubungan dengan hak bersama kepunyaan atas tanah, sedangkan unsur
            hukum publik terkait dengan tugas kewenangan mengelola, mengatur dan
            memimpin peruntukan, penguasaan, penggunaan dan pemeliharaannya.
                                                                           17
            Menurut Budi Harsono  bahwa hak ulayat, selain diakui, pelaksanaannya
                                18
            dibatasi, dalam arti harus sedemikian rupa sehingga sesuai kepentingan
            nasional dan Negara, yang berdasarkan atas persatuan bangsa serta tidak
            boleh bertentangan dengan undang-undang dan peraturan-peraturan yang
            lebih tinggi.  Sedangkan Abdurrahman  mengatakan bahwa hal tersebut
                                              19
            merupakan kebijaksanaan yang terselubung daripada pemerintah karena
            dari  berbagai  peraturan  yang menginginkan hak  ulayat  yang  ada ini
            dimatikan secara diam-diam dan berangsur-angsur sehingga pada akhirnya
            eksistensinya akan lenyap dengan sendirinya.
                 Saat ini, pengaturan teknis keberadaan hak ulayat dilakukan melalui
            Peraturan  Menteri  Agraria  dan  Tata  Ruang/Badan  Pertanahan  Nasional
            Nomor 9 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Hak Komunal Atas Tanah
            Masyarakat Hukum  Adat  dan Masyarakat  yang Berada Dalam Kawasan
            Tertentu. Berdasarkan Pasal  1  angka 1  peraturan ini,  yang  dimaksud




                masyarakat, dan Pemerintah. (2) Identitas budaya masyarakat hukum adat,
                termasuk  hak atas  tanah  ulayat dilindungi,  selaras dengan  perkembangan
                zaman.
            15   Beschikkingrecht diterjemahkan ke dalam beberapa istilah. Soepomo menyebut
                hak  pertuanan,  Djojodigoeno menterjemahkan  dengan istilah  hak  purba.
                Poerwopranoto menyebut hak  beschikking. Soewargono menterjemahkan
                menjadi hak penguasaan. Istilah hak ulayat yang berasal dari Sumatera Barat
                dipakai secara nasional oleh UUPA.
            16   van Vollenhoven,  Orang  Indonesia dan  Tanahnya  (diterjemahkan oleh  R.
                Soewargono), Pusat Pendidikan Departemen Dalam Negeri, 1975, hlm. 13.

            17   Budi Harsono, opcit … hal. 179.
            18   Budi Harsono,  Hukum  Agraria  Indonesia.  Sejarah  Pembentukan  Undang-
                Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya. Jilid I Hukum Tanah Nasional,
                1987, Jakarta: Penerbit Djambatan, hal. 252.
            19   Abdurrahman, opcit … hal. 99.
   201   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211