Page 57 - Empat Langkah Pengampunan
P. 57
lalu 45 menit berikutnya kita akan praktek kembali menganalisa tulisan tangan dan tanda tangan sambil
makan-makan bersama..... (maksudnya sambil tanya-jawab):grin:
Pekan lalu kita sudah membahas apa saja ya? ada yang masih ingatkah?
kenapa kita pakai grafologi?
jawabnya adalah : Grafologi itu PRAKTIS
Mengapa saya bilang “PRAKTIS” karena untuk dapat menganalisis karakter atau kondisi emosi seseorang
kita hanya membutuhkan contoh tulisan atau tandatangan orang tersebut.
Jika dibandingkan dengan tes yang lain dari segi waktu dan lokasi tes bisa dibilang hemat waktu dan bisa
dilakukan dimana saja selama memungkinkan untuk menulis dan tersedia kertas kosong dan alat tulis.
Amazing...So...Simple....
Grafologi sifatnya sangat personal sehingga setiap orang mempunyai hasil yang unik sesuai dengan
kepribadiannya, selain itu dalam Grafologi yang dinilai atau dilihat bukan apa yang tertulis (pikiran
sadar) namun arti dari setiap lengkungan, titik, garis tekanan, ukuran, konsistensi dan lainnya (pikiran
bawah sadar). Dalam Grafologi setiap tulisan bahkan coretan tangan adalah sebuah informasi berharga
yang mampu menguak apa yang ada dalam pikiran bawah sadar seseorang.
GRAFOLOGI sama dengan TULISAN OTAK
Wilhelm Preyer (Jerman, 1895) menulis artikel dengan judul “handwriting is actually brain writing”,
Tulisan tangan adalah tulisan otak, mengapa demikian ?
Sejak masih bayi (bahkan masih dalam kandungan), kita menerima berbagai informasi dan tersimpan
dalam otak kita
Dari informasi yang tersimpan tersebut, hanya sebagian kecil saja (sekitar 10%) yang dapat kita ingat.
Informasi yang masih dalam kesadaran kita disebut pikiran sadar, dan informasi yang diluar kesadaran
kita disebut pikiran bawah sadar, yang mampu menyimpan hingga 90%.
Tulisan tangan adalah salah satu mediator untuk menuangkan isi pikiran bawah sadar kita.Pikiran sadar
berperan dalam menentukan apa yang akan ditulis, sedangkan pikiran bawah sadar berperan
mengontrol bagaimana cara menulis, yang hasilnya adalah bentuk tulisan tangan tersebut.
Ketika menulis, proses yang terjadi bukan hanya berkaitan dengan pergerakan otot – otot kita semata.
Di sana terjadi juga proses yang berkaitan dengan proses psikologis . Misalnya, emosi, mood, berpikir,
minat, motivasi dan proses lainnya dimana kesemuanya itu terdapat pada otak dan berhubungan
dengan pikiran bawah sadar kita. Ketika kita menulis, sistem saraf pusat (otak) yang mengontrol gerakan
kita. Apa yang ada di otak kita, semua tertuangkan dalam tulisan kita. Coretan yang kita torehkan di
kertas merupakan buah pikiran dari otak dan pikiran bawah sadar kita yang notabene merupakan
Ebook Guru Milenial Abad 21
Grup Guru Dahsyat Nusantara Page 57