Page 99 - MODUL TEORI BELAJAR
P. 99
pelajar membangun ilustrasi internal pengetahuan, interpretasi pengalaman pribadi.
Pengajaran konstruktivisme didasarkan pada pembelajaran yang terjadi melalui
keterlibatan aktif siswa dalam konstruksi makna dan pengetahuan
Pandangan konstruktivistik menjelaskan bahwa realitas ada pada pikiran
seseorang dan manusia mengkonstruksi dan menginterpretasikannya berdasarkan
pengalamannya. Konstruktivistik mengarahkan perhatiannya pada bagaimana
seseorang mengkonstruksi pengetahuan dari pengalamannya, struktur mental, dan
keyakinan yang digunakan untuk menginterpretasikan obyek dan peristiwa-
peristiwa. Pandangan konstruktivistik mengakui bahwa pikiran adalah instrumen
penting dalam menginterpretasikan kejadian, obyek, dan pandangan terhadap dunia
nyata, di mana interpretasi tersebut terdiri dari pengetahuan dasar manusia secara
individual.
Teori belajar konstruktivistik mengakui bahwa siswa akan dapat
menginterpretasikan informasi ke dalam pikirannya, hanya pada konteks pengalaman
dan pengetahuan mereka sendiri, pada kebutuhan, latar belakang dan minatnya. Guru
dapat membantu siswa mengkonstruksi pemahaman representasi fungsi konseptual
dunia eksternal.
Menurut Brooks & Brooks (1993), semula konstruktivisme lebih merupakan
suatu filosofi dan bukan suatu strategi, pendekatan, maupun model pembelajaran.
Bahkan menurut Von Glasersfeld (1987: 204) konstruktivisme sebagai "teori
pengetahuan dengan akar dalam-filosofi, psikologi dan cybernetics". Von Glasersfeld
mendefinisikan konstruktivisme secara aktif dan kreatif akan selalu membentuk
konsepsi pengetahuan. Dia melihat pengetahuan sebagai sesuatu hal yang dengan aktif
menerima apa pun melalui pikiran sehat atau melalui komunikasi dan interaksinya.
Tidak ada teori konstruktivisme tunggal, tetapi sebagian besar konstruktivisme
memiliki dua ide utama yang sama, yaitu pembelajar aktif dalam mengkonstruksikan
pengetahuannya sendiri, dan bahwa interaksi sosial penting bagi pengkonstruksian
pengetahuan (Bruning, Schraw, Norby & Ronning, 2004: 195).
Konstruktivisme memandang belajar lebih dari sekedar menerima dan memproses
informasi yang disampaikan oleh guru maupun teks, tetapi pembelajaran adalah
menkonstruksi pengetahuan yang bersifat aktif dan personal (de Kock, Sleegers, dan
Voeten, 2004).
10

