Page 30 - LAPORAN Kajian PIAT 2 Mutasi Santri
P. 30
BAB III
KESIMPULAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kajian terhadap santri yang tidak melanjutkan di PIAT 2 sebagai berikut:
1. Jumlah santri yang tidak melanjutkan studi di PIAT 2 jenjang MTs, IL dan Idad
Muallimin sebanyak 65 santri berdasarkan lembar atau file yang diberikan oleh pihak
yayasan pada tanggal 25 Juli 2022 kepada balitbangwas.
2. Berdasarkan jumlah santri yang tercatat pada file yang diminta kepada TU MTs, IL dan
Idad Muallimin berjumlah 70 santri.
3. Alasan satri MTs tidak melanjutakan di Piat 2 sebagai berikut:
No Alasan Keluar Jumlah Persentase
1 Melanjutkan ke sekolah Umum / IPA 11 42%
2 Kendala Biaya 2 8%
3 Kendala Jarak 5 19%
4 Pelayanan pendidikan di PIAT Kurang 3 12%
5 Terpengaruh teman keluar 1 4%
8%
2
6 Melanjutkan ke pesantren baru
7 Tanpa alasan 2 8%
JUMLAH 26 100%
4. Alasan satri IL dan IM tidak melanjjutakan di Piat 2sebagai berikut:
No Alasan Keluar Jumlah Santri Persentase
1 Melanjutkan ke sekolah Umum / IPA 2 7%
2 Pelanggaran sedang 2 7%
3 Tidak betah di PIAT 2 13 48%
4 Dikeluarkan dari PIAT 2 10 37%
JUMLAH 27 100%
B. REKOMENDASI
Berdasarkan kesimpulan dari kajian ini, pengurus yayasan hendaknya;
1. Segera memenuhi dan memperbaiki fasilitas kebutuhan primer santri khususnya
fasilitas asrama di antaranya tanpa membatasi adalah pemasangan AC atau kipas
angin kamar, penambahan kamar mandi asrama lantai dua dan lantai tiga, peningkatan
kwalitas air bersih di pesantren.
2. Penambahan dan peningkatan kwalitas guru melalui penguatan program supervisi
kepala sekolah untuk peningkatan proses pendidikan di madrasah.
3. Penambahan dan peningkatan kwalitas guru pengasuh melalui penguatan program
pendampingan kepala kepengasuhan dan guru bimbingan dan konseling untuk
peningkatan proses pengasuhan santri di asrama.
4. Menyusun program dan anggaran pesantren yang disepakati oleh seluruh pihak
berwenang (Yayasan, Pembina, Pengawas dan Pesantren).
5. Mengaktifkan fungsi pengawas sesuai dengan AD-ART, diantaranya mengawasi
kinerja pengurus yayasan.
6. Mudir mengelola pesantren sesuai dengan fungsinya, diantaranya mengacu kepada
program dan anggaran pesantren yang disepakati.
PIAT 2 Majalengka Page 24

