Page 25 - 3. E-LKPD
P. 25
2. Setelah menyaksikan video, baca wacana berikut !
Tradisi Bakar Tongkang di Kabupaten Rokan Hilir merupakan bagian
adat dan tradisi yang diwarisi secara turun-temurun dari adat Tionghoa.
Seperti yang terlihat pada Gambar 2 Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk
pernyataan rasa syukur kepada dewa Kie Ong Ya (dewa laut) melalui
pembakaran sebuah tongkang (kapal) yang terlebih dahulu didoakan
(Wirman et al., 2018).
Gambar 2. Pembakaran Tongkang
Bermula sejak 136 tahun yang lalu, hingga kini ritual tongkang selalu
dilaksanakan. Bukan kapal sungguhan, hanya simbolis berupa replika
kapal yang terbuat dari kayu dan kertas. Jika kita perhatikan hasil
aran tongkang ini hanya akan meninggalkan seonggok abu. Selama
pembak
pembakaran, asap, panas dan cahaya dilepaskan. Mudah dilihat bahwa
terjadi suatu perubahan kimia.
Sumber: https://dipersip.riau.go.id/post/literasi-sejarah-festival-bakar-tongkang-bagan-
siapiapi
24