Page 56 - KATALOG DIGITAL SITUS PENGGING
P. 56

Wisata Air













            1. Umbul Tirtomarto



















           Gambar Umbul Tirtomarto                               Gambar Umbul Ngabeyan
           Sumber: https://www.bernas.id/                        Sumber: https://travel.detik.com/


                    Umbul Tirtomarto adalah kompleks umbul yang terdiri dari 3 umbul, yaitu umbul temanten,
            umbul dudo, dan umbul ngabean. Umbul tirtomato sering pula di sebut dengan umbul Pengging.
            Umbul  tersebut  terletak  di  Dukuh  Umbulsari,  Kelurahan  Dukuh,  Kecamatan  Banyudono
            Kabupaten  Boyolali.  Umbul  tersebut  adalah  kompleks  pemandian  peninggalan  dari  Kasunanan
            Surakarta..  Umbul  Tirtomarto  Pengging  pernah  menjadi  tempat  pemandian  Raja  Kasunanan
            Surakarta Sri Paduka Susuhunan Paku Buwono X dan kerabatnya.
                      Umbul  ini  sebagai  tempat  bersantai  bagi  raja  dan  keluarganya.  Awalnya  pemandian  itu
            tertutup  untuk  umum.  Tetapi  seiring  berjalannya  waktu,  pemandian  itu  bebas  dimasuki
            pengunjung  terutama  mulai  zaman  kolonial  Belanda.  PB  X  untuk  keperluan  ziarah  dan
            beristirahat kemudian mendirikan Pesanggrahan yang dinamakan Ngeksi Purna yang kemudian
            dilengkapi dengan Umbul yang berjumlah tiga. Saat ini pemandian alami ini menjadi salah satu
            objek  wisata  andalan  Kabupaten  Boyolali.  Banyak  orang  yang  berkunjung  ke  wisata  umbul  itu,
            terutama ketika hari libur atau waktu tertentu seperti libur lebaran. Arsitektur bangunan masuk
            umbul  ini  kental  dengan  nuansa  kerajaan.  Mandi  di  sini  seakan  berada  di  tengah-tengah  istana
            kerajaan masa lalu. Satu pemandian lain tidaklah alami, melainkan buatan.






                Sekilas Info




           Umbul  Dudo  adalah  umbul  yang  paling  dangkal  dan  biasanya  untuk  tempat  bermain  dan
           mandi anak- anak. Menurut cerita, di pemandian ini ditemukan seekor kura-kura yang cukup
           besar dengan jenis kelamin jantan. Oleh karena itu, dengan ditemukannya kura-kura jantan di
           umbul tersebut hingga sekarang dinamakan Umbul Dudo. Dudo, dalam bahasa Jawa berarti
           tidak mempunyai istri.




       53
                   Sejarah Lokal
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61