Page 31 - TEKNOLOGI MATERIAL DAN MEKANIK
P. 31

Dimana L adalah singkatan untuk cairan, komponennya adalah A dan B, serta α dan β adalah
                        dua fasa padatan yang kaya akan komponen A dan B. Garis antara fasa cairan dan fasa transisi
                        padat-cair (α dan L) disebut garis liquidus dan garis antara fasa padatan dengan fasa padat-
                        cair (α dan L) disebut garis solidus. Garis antara fasa α dan fasa (α + β) disebut garis solvus,
                        merupakan fasa transisi padat ke padat.

                        2.3.1  Interpretasi dari Diagram Fasa Biner Eutektik
                        Gambar di bawah  menunjukkan diagram fasa dua komponen yang paling sederhana.
                        Komponen A dan B, fasa murni kristal A, kristal murni B dan cairan dengan komposisi berkisar
                        antara murni A dan murni B. Komposisinya diplot di bagian bawah diagram. Komposisi
                        diagram dapat dinyatakan sebagai persentase dari A atau B dengan jumlah totalnya dalam
                        persentase 100 (100%). Komposisi dapat juga dinyatakan dengan fraksi mol A atau B, di mana
                        jumlah maksimumnya adalah 1.
                        Suhu atau tekanan diplot pada sumbu vertikal. Untuk diagram diatas, dianggap terjadi pada
                        tekanan konstan, dan karena itu suhu diplot pada sumbu vertikal. Kurva yang memisahkan
                        bidang A + Cair dari Cair dan B + Cair dari Cair disebut kurva liquidus. Garis horizontal yang
                        memisahkan bidang A + Cair dan B + Cair dari A + B padatan, disebut sebagai garis solidus.
                        Titik, E, dimana terjadi perpotongan  antara  kurva likuidus dan garis solidus, disebut titik
                        eutektik. Pada titik eutektik dari sistem dua komponen, ketiga fasa, yaitu cair, A dan B, semua
                        berada dalam kesetimbangan. Jika

                        sistem diatas hanya berisi A, maka sistem diatas merupakan dan fasa A hanya akan meleleh
                        pada satu keadaan suhu yaitu suhu leleh A murni, TmA. Jika sistem hanya berisi B, maka
                        sistem itu adalah sistem satu komponen dan B hanya meleleh pada suhu leleh B murni, TmB.


























                                       Gambar 3.6. Interpretasi dari diagram fasa biner eutektik

                        Untuk semua komposisi antara A dan B, suhu saat mencair akan menurun secara drastis, dan
                        proses mencair akan  terjadi pada suhu eutektik, TE. Perhatikan bahwa untuk semua
                        komposisi  antara A dan B pencairan juga terjadi pada rentang suhu antara solidus dan



                                                                                                        21
   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36