Page 49 - Seni-Tari-BG-KLS-II
P. 49
didik diminta untuk mempraktikkan aktivitas pembelajaran pola gerak dasar berjalan,
berlari, dan melompat. Pada kegiatan akhir, guru menutup pelajaran dengan
menyampaikan simpulan materi pembelajaran sert berdoa.
Untuk menstimulus kemampuan peserta didik agar mampu mengategorikan,
mempraktikkan dan memprediksi konsekuensi emosi dan pengekspresianny
pembelajaran dapat dilakukan dengan permainan kijang dan rusa dengan
menggunakan peraturan yang dimodiikasi dengan menekankan pad nilai-nilai
mandiri dan gotong royong.
Alternatif pembelajaran mempraktikkan aktivitas pembelajaran pola gerak dasar
berjalan, berlari, dan melompat dari binatang dan/atau variasinya, serta dapat
dilakukan dengan metode cerita dan bermain. Untuk mengurangi faktor kesulitan
dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan cara berpasangan dan kelompok kecil.
Apabila peserta didik tidak mampu melakukan gerakan-gerakan tersebut, maka
guru dapat mencontohkan gerakan-gerakan tersebut melalui gambar atau video
pembelajaran mengenai materi tersebut. Dalam proses pembelajaran peserta didik
diminta untuk melakukan aktivitas gerakan sesuai dengan petunjuk dari guru.
C. Apersepsi
Apersepsi adalah kegiatan pengantar bagi peserta didik sebelum memasuki
kegiatan pembelajaran inti agar konsentrasi peserta didik terstimulus terhadap
ilmu atau pengalaman baru yang disampaikan oleh guru. Apersepsi adalah proses
menghubungkan ap yang telah merek ketetahui dengan ap yang akan merek
pelajari sert pr membaw duni merek (kondisi mental dan isik) memasuki
duni kit (kegiatan pembelajaran). Bentuk-bentuk apersepsi diantarany alfa zone,
warmer, pre-teach, dan scene setting.
Sebelum memasuki kegiatan pembelajaran pola gerak dasar lokomotor, peserta
didik diajak untuk melakukan permainan kecil yang mengandung unsur-unsur gerak
lokomotor, seperti permainan tradisional engklek dengan menekankan pada nilai-nilai
mandiri dan gotong royong. Gerak lokomotor adalah gerakan yang menyebabkan
perpindahan tempat atau keterampilan yang digunakan untuk memindahkan tubuh
dari satu tempat ke tempat lainya. Contoh gerakkan lokomotor adalah berlari, berjalan,
melompat, dan sebagainya. Gerak lokomotor dapat dilakukan dengan menggunakan
kaki sebagai penunjang utama gerakan.
Gerakan-gerakan inilah yang kemudian menjadi dasar bagi perkembangan
koordinasi gerakan yang melibatkan otot-otot besar (gross-muscles), pertumbuhan
otot day tahan dan stamina.
Unit Pembelajaran 1 Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor 35