Dalam Kitab Al-Mubdi’ dinyatakan,
“Imam Ahmad memakruhkan bagi
yang memandikan mayit atau yang
menggali kuburan untuk mengambil
upah dari tugasnya. Kecuali jika dia
sangat membutuhkan dan dia boleh
diberi dari baitul mal. Jika tidak
memungkinkan, dia diberi sesuai
ukuran kerjanya.”