Page 19 - BUKU AJAR KELAS XII SMA
P. 19
A. HAKIKAT MAKNA HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA
Tuhan Yang Maha Esa (YME), telah memberikan
manusia akal dan pikiran yang tujuannya untuk membedakan
sesuatu yang baik dan buruk, maupun yang benar dan juga
salah. Keistimewaan itu membimbing manusia dalam
menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Oleh karena itu, sejak ia lahir manusia
mendapatkan hak berupa kebebasan dalam menentukan
tindakan-tindakan yang diyakininya. Namun, tindakan
tersebut dibatasi dengan peraturan yang berlaku di negara
tempat ia menjalankan kehidupannya sehari-hari. Maka,
sebagai warga negara yang bijak manusia perlu
mempertimbangkan akibat yang dapat terjadi sebelum
bertindak. Hal tersebut penting dilakukan dalam hal
pemenuhan kewajiban seseorang sebagai warga negara.
1. Pengertian Hak Warga Negara
Hak warga negara terdiri dari dua unsur kata yaitu hak
dan warga negara. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), hak diartikan sebagai kepunyaan. Menurut
Prof. Notonegoro yaitu hak adalah kuasa seseorang untuk
menerima maupun memiliki sesuatu sebagai miliknya dan
pada prinsipnya dapat secara paksa dituntut olehnya
(Sarinah, 2017: 93). Namun dalam penggunaannya
tergantung pada diri setiap individu dan tidak merampas
milik orang lain. Sedangkan warga negara dalam Undang-
Undang No. 12 tahun 2006 pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa
warga negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan
berdasarkan peraturan perundang-Undangan.
Sebelum lebih dalam mempelajari hakikat dari makna
hak dan kewajiban warga negara maka kita perlu mengetahui
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) 8

