Page 80 - EBOOK BIOLOGI SMA KELAS X
P. 80

7.1


                        Dapatkah beberapa spesies yang berbeda saling terkait? Tentu saja mereka bisa.

                        Sebagai  contoh,  ada  banyak  spesies  yang  berbeda  dari  tumbuhan  dikotil,  atau

                        salah satu  jenis tumbuhan dikotil seperti  mangga. Mereka semua  saling terkait.
                        Dengan kata lain, seberapa dekat atau seberapa jauh mereka aakan terpisah dari

                        nenek moyang yang sama selama evolusi? Menentukan bagaimana spesies yang
                        berbeda evolusi terkait bisa menjadi tugas yang luar biasa.

                               Filogeni adalah sejarah evolusi kelompok organisme yang saling terkait.

                        Hal  ini  diwakili  oleh  pohon  filogenetik  yang  menunjukkan  bagaimana  spesies
                        terkait  satu  sama  lain  melalui  nenek  moyang  yang  sama.  Sebuah  klade  adalah

                        sekelompok organisme yang meliputi leluhur dan semua keturunannya. Ini adalah
                        klasifikasi filogentik, berdarkan pada hubungan evolusioner.

                        Tumbuhan  paku  merupakan  salah  satu  tanaman  yang  tidak  lepas  dari  usaha

                        penyederhanaan  obyek  studi.  Hal  ini  berkaitan  dengan  jumlah  dan
                        keanekaragaman  tumbuhan  paku  yang  sangat  besar  di  alam.  Tumbuhan  paku

                        merupakan  tumbuhan  berpembuluh  yang  paling  primitiv  daripada  tumbuhan
                        berpembuluh  lainnya.  Tumbuhan  paku  telah  melalui  berbagai  tingkat  evolusi

                        sejak  zaman  Devonian  sampai  sekarang.  Namun  demikian  penelitian  tentang
                        klasifikasi  dan  hubungan  kekerabatan  pada  Pteridophyta  masih  belum  banyak

                        dilakukan.

                        Konsep spesies Fenetik
                        Metode  fenetik  didasarkan  pada  kesamaan  karakter  secara  fenotip  (  morfologi,

                        anatomi,  embriologi,  fitokimia)  sedangkan  metode  filogenetik  lebih  didasarkan
                        pada nilai evolusi dari masing – masing karakter (Radford, 1986). Pada metode

                        fenetik  spesies  ditentukan  berdarakan  pada  nilai  kesamaan/similaritas  karakter

                        yang dimiliki oleh obyek studi (para hali fenetik menyebutnya OTU = Operational
                        Taxonomic Unit). Karakter yang dipakai harus memiliki bobot yang sama supaya

                        bias  yang  berasal  dari  subyektifitas  dapat  dihindari.  Karakter  –  karakter  yang
                        digunakan  hendaknya  yang  independen  dan  tidak  berkorelasi  atau  korelasinya

                        sangat kecil. Selain itu harus dihindari karakter yang berulang – ulang dan yang

                        variasi  sifat  karakternya  tinggi.  Kesalahan  sampling  diperkecil  dengan  cara
                        memakai  karakter  dalam  jumlah  besar,  rata  –  rata  100  –  200  buah  dan  akan




                                                                                                     79
   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85