Page 92 - EBOOK BIOLOGI SMA KELAS X
P. 92
ciri (character state). Taksa dimaksud bisa beruva divisi/filum, kelas,
bangsa, family, marga, jenis, varietas, dan lain sebaginya. Karakter dan ciri
dapat bersumber dari morfologi organ vegetative dan generative. Karakter
meliputi hanya dua ciri, ada (diberi kode 1) dan tidak ada (diberi kode
0).tetapi, karakter bisa memiliki banyak ciri (multistate characters)
2. Menentukan tingkat kesamaan antara pasangan taksa dengan menghitung
koefesien kesamaan.
3. Menyusun koefesien kesamaan ke dalam bentuk tabel data berdasarkan
ciri-ciri yang diperoleh dari hasil pengamatan
Rumus menghitum koefesien kesamaan adalah sebagai berikut.
(Ssm) =
Keterangan:
Ssm : Simple Similaritas Matching
a : + +
b : + -
c :- +
d :- -
4. Nilai-nilai kesamaan dalam tabel selanjutnya dibuat klastering. Langkah
ini dilakukan dengan cara mengidentifikasi pasangan taksa yang memiliki
kesamaan tertinggi, selanjutnya disusun sampai pada pasangan taksa yang
memiliki kesamaan terendah. Terakhir, menghitung kembali koefesien
kesamaan pasangan taksa yang tersisa dan menyusun kembali matriks
kesamaan yang baru.
5. Merekontruksi pohon kekerabatan fenetik (fenogram) fenogram dibentuk
berdasarkan klastering yang telah dilakukan. Pohon fenetik memiliki skala
0-1, yang mencerminkan jarak fenetik (phonetic distance)
Contoh analisis fenetik.
Berdasarkan hasil penelitian dan data yang sudah dianalis pada tumbuhan
paku terdapat 5 spesies yang terdapat pada genus Pteris yaitu Pteris tripartita
Sw, Pteris venulosa B1, Pteris longipinnula Wall, ex Agardh, Pteris
ensiformis Burm, dan Pteris vitata L.. Jauh dekatnya hubungan kekerabatan
dari genus pteris ditentukan dari ciri morfologi yang diaamati.
91

