Page 8 - tugas bandicam BARU
P. 8
c. Kepada ulil amri / pemerintah
Ketaatan yang ketiga adalah perintah taat kepada pemimpin. Hanya saja ketaatan
kepada pemimpin ini tidaklah mutlak, tetapi mempunyai syarat yaitu selama pemimpin
tersebut berpegang kepada kitab Allah dan rasul-Nya. Menurut Prof.
Dr.Quraisy Syihab, pada kata “Ulil Amri” dalam ayat di atas tidak didahului kata “
taatilah”. Ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada Ulil Amri tidak berdiri sendiri,
tetapi berkaitan atau bersyarat dengan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya. Oleh
karena itu, apabila perintah Ulil Amri itu bertentangan dengan perintah Allah dan
rasul-Nya, maka kita tidak dibenarkan untuk mentaatinya.
1. Bentuk-Bentuk (Contoh) Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
a. Bapak Suharta Pemilik sebuah usaha CV Roti Nikmat yang mewajibkan seluruh
karyawan perempuan memakai hijab dan shalat berjamaah setiap waktu shalat, yang
bertujuan untuk semakin rajin menjalankan ajaran Islam
b. Pada suatu sekolah melatih siswanya untuk secara rutin membaca do’a asma’ul Husna
dan membaca Al Qur’an sebelum memulai pelajaran, shalat jama’ah, dzikir dan shalat
dhuha untuk upaya mendapatkan ketenangan hati, pikiran dalam menuntut ilmu,
sehingga ilmunya berkah dan manfaat.
c. Nur Hasanah dilamar oleh seorang pemuda tampan, kaya lagi terhormat, tetapi non
muslim. Sebenamya, hati Nur Hasanah juga mencintainya. Karena Islam melarang
muslimah menikah dengan lelaki non muslim, akhimya Nur Hasanah menolak lamaran
tersebut dengan sopan.
2. Dampak Positif Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
Orang yang taat kepada Allah akan merasakan dampak positifnya, antara lain: a.
Memperoleh kepuasan batin karena telah mampu melaksanakan salah satu
kewajibannya kepada Allah dan rasul-Nya,
b. Memperoleh ridha Allah karena telah mampu mentaati perintah-Nya, dan
c. Memperoleh kemenangan (keuntungan) yang besar, sesuai firman Allah SWT. berikut
ini.
52 AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH KELAS 7