Page 10 - H:\tugas senin\
P. 10
1. Meluruskan niat
Sebelum seseorang melaksanakan ibadah ia tentunya harus berniat dalam hati. Dengan
memiliki niat yang lurus dan hanya mengharapkan ridha Allah SWT maka seseorang
akan lebih mudah menjalankan ibadahnya dan tidak mudah tergoda pada hal-hal yang
bisa menghalangi ibadahnya. Niat juga merupakan penentu suatu ibadah dan ia
mendapatkan pahala atau ganjaran sesuai dengan niat ibadah dalam hatinya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini.
ِ َ َ َللا ىلإ ُ َُهتَر ْ جِه َ َ ْتناَك ْ ن َ َمف ،ى َ َ َ ون ام ئرما ِ ل ُكِل ا َ َمنإ َ و ،ِتَّاي نلِاب لام َ َْع َْلا ا َ َمنإ
ِ
َّ
َ
َ ٍ ِ ْ
َ
َّ
َّ ِ
ُ َ
ْ
َ َ ْ وأ ا َ َُهبي ُ َصي َايْنُدِل ُ َُهتَر ْ جِه َ َ ْتناَك ْ نم َ و ،ِهِلوُسَر َ و َ َ َ َللا ىلإ ُ َُهتَر ْ ج َ َِهف ِهِلوُسَر َ و
ِ
َ
َ
ِّ
ْ
َ َ
ِه َ َيلإ َر َ جاَه ام ىلإ ُ َُهتَر ْ ج َ َِهف اَهُحِك ََْني َ ٍَةأَرما
ْ
Artinya: “Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan
setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka
barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya
kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia
yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka
hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HR. Bukhary-Muslim
dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu)
2. Memahami makna syahadat
Seorang muslim tentunya mengetahui dan mengenal dua kalimat syahadat tapi tidak
semua orang mengetahui makna sebenarnya dari dua kalimat syahadat. Untuk bisa
istiqomah dalam beribadah maka seorang muslim harus bisa memaknai arti syahadat
dan mengetahui bahwa dengan mengucapkan syahadat ia memiliki kewajiban sebagai
seorang muslim termasuk dalam beribadah. Ibadah itu sendiri adalah suatu konsekuensi
dari ucapan syahadat seorang muslim dan sifatnya mengikat.
3. Memperbanyak bacaan Alqur’an
Membaca Alqur’an setiap hari secara rutin adalah salah satu cara untuk mendekatkan
diri pada Allah SWT dan membantu seorang muslim untuk lebih istiqomah beribadah
di jalan Allah SWT. Alqur’an sendiri adalah kitab suci umat islam yang bisa
meneguhkan hati seorang muslim sehingga ia tidak mudah tergoyahkan oleh hal-hal
yang mampu merusak imannya. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah
SWT berikut ini:
ِّ
ُ
ى ر َْ ُ شبَّو ى ًدُه َ و ا ُ َ ْ ون ما َنْي َ َذلا َ َِت َ بثيِل ق َ حْلِاب َ َِك بَّر ْ نِم س ُ َُدقْلا ُح ْ وُر َه ل َ ََّزن ُ َلق
ِ
ْ
َ
ِ
ُ
َنْيِمِلْسمْلِل
Artinya: Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu
dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah
dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, diri
(kepada Allah)“. (QS. An-Nahl :102)
54 AKIDAH AKHLAK MADRASAH TSANAWIYAH KELAS 7